• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Adi “Kla Project” Nilai PP 56 Sudah Sesuai Kebutuhan Musisi

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 29 Desember 2021 - 23:40
in Gaya Hidup
musik

Adi" Kla Project" (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Adi Adrian, keyboardis dari band legendaris, Kla Project menilai bahwa PP 56/2021 sudah sesuai dengan kebutuhan musisi dan pencipta lagu.

“Menurut saya, PP 56/2021 sudah sesuai dengan kebutuhan untuk kondisi Industri Musik di Indonesia saat ini. Bahwa ada bagian yang belum sempurna, iya harus diakui,” tutur Adi Adrian seperti dikutip Antara, Rabu (29/12/2021).

BacaJuga:

BIGBANG Tolak Wawancara Media Barat di Coachella, Fans: Bukti Status Legendaris!

Comeback 10 Tahun Makin Dekat! I.O.I Resmi Umumkan Nama Fan Club “Angdungi”

Konflik Memuncak! Ha Ji Won dan Ju Ji Hoon Diuji di Episode 7-8 “Climax”

Adi menjelaskan bahwa ketidaksempurnaan PP 56/2021 dan Permenkumham 20/2021, tidak lalu membuat kemauan sejumlah musisi dan pencipta lagu, ingin membatalkan, apalagi menghapuskannya.

Baca Juga : “Runtuh” Feby Putri-Fiersa Besari Curi Hati Puluhan Juta Pendengar

“Mengubah PP 56/2021 misalnya, akan berdampak pada banyak hal. Ujung-ujungnya akan menghambat pengelolaan royalti yang akhirnya akan merugikan para pencipta dan musisi itu sendiri,” tutur Adi Adrian, yang juga anggota PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia).

Pemain kibord band progresif itu menerangkan soal kritik Indra Lesmana dan kawan-kawan atas keterlibatan swasta dalam membangun infrastruktur sistem pengelolaan royalti. Menurutnya, keterlibatan swasta dalam bentuk kerja sama Build Operate Transfer (BOT) sangat relevan. “Sama halnya keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur di bidang lain,” katanya.

Di negara lain dalam membangun dan mengelola sistem royalti, juga dilakukan oleh organisasi atau badan usaha swasta, tutur dia.

Baca Juga : Kenangan Indra Lesmana hingga Andien dengan Idang Rasjidi

“Tidak ada negara lain di dunia yang pembangunan sistem dan pengelolaan royalti dilakukan oleh negara,” tutur Adi yang juga menjelaskan kembali bahwa PP 56/2021 dan Permenkumham 20/2022 dibuat untuk seluruh musisi dan pencipta lagu di seluruh pelosok negeri, bukan hanya untuk musisi dan pencipta lagu di Jakarta dan kota besar lainnya.

Sebelumnya, Aliansi Musisi Pencipta Lagu Indonesia (AMPLI) yang terdiri dari Indra Lesmana, Endah Widiastuti, Eky Puradiredja, Cholil Mohamad, Once Mekel, Tompi, Eross Chandra dan Yovie Widianto menuntut pemerintah membatalkan PP Nomor 56 Tahun 2021 tanggal 30 Maret 2021, tentang Pengelolaan Royalti Hak Membuat Lagu dan/ atau Musik, dan Permenkumham Nomor 20 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Membuat Lagu dan/atau Musik.

Tuntutan muncul setelah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang dibangun negara menuntut pihak ketiga untuk pengumpulan royalti. Hal tersebut dianggap AMPLI tidak transparan dan akuntabel.

Bahkan AMPLI juga mendorong pemerintah untuk membangun sendiri Pusat Data Lagu dan Musik (PDLM) serta Sistem Informasi Musik dan Lagu(SILM) Bersama Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham selaku regulator pengelolaan hak membuat. “Mohon maaf, suara AMPLI tidak mewakili suara semua musisi dan pencipta lagu di Indonesia,” pungkas Adi. (mg4)

Tags: Kla ProjectmusikmusisiPP 56/2021

Berita Terkait.

bigbang
Gaya Hidup

BIGBANG Tolak Wawancara Media Barat di Coachella, Fans: Bukti Status Legendaris!

Selasa, 14 April 2026 - 01:11
kpop
Gaya Hidup

Comeback 10 Tahun Makin Dekat! I.O.I Resmi Umumkan Nama Fan Club “Angdungi”

Selasa, 14 April 2026 - 00:30
Ha-Ji-Won
Gaya Hidup

Konflik Memuncak! Ha Ji Won dan Ju Ji Hoon Diuji di Episode 7-8 “Climax”

Senin, 13 April 2026 - 17:09
Pembayaran-Syariah
Gaya Hidup

Industri Halal Melesat tapi Akses Pembiayaan Syariah Masih Terbatas, Ada Apa?

Senin, 13 April 2026 - 10:41
Weeding
Gaya Hidup

Swiss-Belhotel Pondok Indah Hadirkan Wedding Open House di Cilandak Town Square

Senin, 13 April 2026 - 10:31
Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2502 shares
    Share 1001 Tweet 626
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    751 shares
    Share 300 Tweet 188
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.