• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Gawat! Banyak Anak Muda Minangkabau Tak Kenal Bahasa Daerahnya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 5 Oktober 2021 - 11:47
in Nusantara
Budaya masyarakat Sumatera Barat. Foto: Antara

Budaya masyarakat Sumatera Barat. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejak 30 tahun terakhir, semakin banyak kosakata, frase, idiom, dan petatah-petitih bahasa daerah Minangkabau dan Mentawai yang tidak terpakai lagi dan berangsur lenyap.

“Padahal itu merupakan bagian dari kekayaan Bahasa Minangkabau,” ujar Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat Aminulatif melalui gawai, Selasa (5/10/2021).

BacaJuga:

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,5 Kg Kokain oleh WNA Kolombia di Bandara Ngurah Rai

PHKT Fasilitasi ANZAC Day 2026, Dubes Australia Hadir di Situs Bersejarah Balikpapan

735 Eks Pekerja Newcrest Tempuh Jalur ILO Setelah Putusan Kasasi Berkekuatan Hukum Tetap

Ia menyebut, banyak generasi muda Minangkabau sekarang tidak mengerti lagi dengan bahasa kiasan yang telah arkhais itu, yang penuh dengan metafora. Misalnya saja arti “mangapik daun kunik” atau “mangapik kapalo harimau” atau “baanak jawi”.

“Mereka akan bingung dan tidak mengerti, jangan tanyakan kepada anak muda Minangkabau sekarang,” katanya.

Ia menuturkan, generasi muda tidak bisa disalahkan. Apalagi basis kultural Bahasa Minangkabau ketika mereka hidup juga sudah berubah. Sehingga mereka tidak lagi kenal kata “sakin, sanduak, laka, talenang, payan, saleyan”, dan lainnya.

“Untuk itu kami berupaya mendokumentasikan kosakata bahasa daerah di Sumatera barat yang dianggap dan mungkin akan punah,” ucapnya.

Ia mejelaskan, pendokumentasiaan tersebut dijadikan sebagai pengayaan untuk kosakata bahasa Indonesia, yang muara akhirnya kosakata itu terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Ia mengatakan, pendokumentasian dan kodifikasi kosakata bahasa daerah Sumatera Barat tersebut akan memerlukan waktu bertahun-tahun dan memerlukan penelitian.

“Di sinilah tantangan intelektual Sumatera Barat, khususnya ahli bahasa dan pekamus. Kekayaan Bahasa daerah di Sumatera Barat harus diselamatkan, dicatat di atas kertas, dibudayakan memakainya, dan diupayakan untuk pengayaan kosakata bahasa Indonesia,” jelasnya.

“Jika kita tidak bertindak cepat, dengan mencatatkan seluruh kosakata, frase, idiom, dan petatah-petitih bahasa daerah yang terdapat di Sumatera Barat itu, terutama sekali yang telah arkhais dan menjadi klasik, maka dapat dipastikan sedikit jejak yang akan tertinggal di masa depan,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk pemerkayaan kosakata dan pengembangan kamus, maka dilakukan pencarian data, verifikasi data, lokakarya, dan seminar komisi bahasa daerah (SKBD) Mentawai dialek Sikakap (Pagai Utara dan Pagai Selatan).

“Kami akan terbitkan kamus bahasa Mentawai. Karena pengembangan Kamus Bahasa Minangkabau sudah 9 tahun tidak ada perbaikan dan penambahan entri,” ungkapnya.

Ia menyebut, penerbitan kamus Bahasa Mentawai dan Bahasa Minangkabau dibutuhkan metode survei, simak, catat, dan wawancara. Pelaksanaan pemerkayaan kosakata, menurut dia, dilakukan di Pagai Utara dan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai.

“Kami lakukan menggali data bahasa daerah hingga melakukan transkripsi fonetis pada instrumen penelitian,” katanya.

Ia menegaskan, beberapa pihak dilibatkan pada kegiatan pemerkayaan kosakata Bahasa Indonesia dari Bahasa Mentawai. Di antaranya Pemerintahan Kabupaten Mentawai, khususnya di wilayah kepulauan Pagai Utara dan Pagai Selatan serta masyarakat penutur bahasa Mentawai

“Untuk kegiatan pengembangan kamus Bahasa Minangkabau kami melibatkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

“Kendala kami kondisi geografis yang sulit, sehingga menyita waktu yang cukup lama dan pandemi yang membatasi ruang gerak kami. Tapi kami patut berbangga, karena pemerkayaan kosakata Bahasa Indonesia dari Bahasa Mentawai sudah sampai tahap verifikasi data dan perbaikan pendefinisian,” ujarnya. (nas)

Tags: bahasa daerahmentawaiminangkabau

Berita Terkait.

Petugas-BC
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,5 Kg Kokain oleh WNA Kolombia di Bandara Ngurah Rai

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:09
PHKT Fasilitasi ANZAC Day 2026, Dubes Australia Hadir di Situs Bersejarah Balikpapan
Nusantara

PHKT Fasilitasi ANZAC Day 2026, Dubes Australia Hadir di Situs Bersejarah Balikpapan

Kamis, 30 April 2026 - 23:45
735 Eks Pekerja Newcrest Tempuh Jalur ILO Setelah Putusan Kasasi Berkekuatan Hukum Tetap
Nusantara

735 Eks Pekerja Newcrest Tempuh Jalur ILO Setelah Putusan Kasasi Berkekuatan Hukum Tetap

Kamis, 30 April 2026 - 23:15
Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Cilacap di Jawa Tengah
Nusantara

Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Cilacap di Jawa Tengah

Kamis, 30 April 2026 - 21:02
Penyerahan
Nusantara

Perkuat Pendidikan Vokasi, Daihatsu Luncurkan Kelas DOJO di SMK Blitar

Kamis, 30 April 2026 - 16:07
DD-Berbagi
Nusantara

Kolaboraksi Dompet Dhuafa Bersama Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol Serahkan Donasi untuk Bantu Sumatera

Kamis, 30 April 2026 - 13:14

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1552 shares
    Share 621 Tweet 388
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.