Ini Kontribusi Industri Franchise Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

INDOPOSCO.ID – Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional belum menunjukan angka yang menggembirakan, namun penyokong yang membantu mendorong kewirausahaaan Indonesia terus bergeliat di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.
Salah satu pendorong utama pengembangan kewirausahaan adalah sektor usaha waralaba atau franchise.
Sektor usaha franchise berperan penting mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya ke berbagai daerah lewat skema franchise. Sektor usaha ini kedepan akan menjadi salah satu pendorong utama yang menggerakan dunia kewirausahaan.
Hal itu diakui Septo Supriyatno selaku Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara pers conference IFRA Business Expo 2025 beberapa waktu lalu. Menurutnya, waralaba bisa menjadi salah satu pendorong utama pengembangan kewirausahaan karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi.
Lebih lanjut, Septo mengatakan Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung pengembang kewirausahaan nasional.
“Termasuk waralaba. Kementerian Perdagangan mendukung bisnis waralaba ini dengan memberikan pendampingan dan mengajak pelaku usaha kemitraan atau waralaba untuk berpartisipasi dalam pameran franchise,” ujarnya.
Septo mengatakan, pertumbuhan ekonomi berdasarkan data Kemendag yang menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12% (YoY), dengan konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang utama sebesar 54,25%, yang menunjukkan ketangguhan perekonomian Indonesia di tengah tantangan global.
Ketangguhan perekonomian Indonesia tentu saja tidak lepas dari kontribusi usaha UMKM yang di dalamnya terdapat ekosistem waralaba.
Dalam hal ini, Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia terus berkomitmen AFI mendorong pertumbuhan ekosistem waralaba demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Sebagai salah satu pilar yang mendukung pertumbuhan tersebut, praktik waralaba harus dijalankan dengan beretika, berstandar, efektif, dan efisien,” ujarnya.
“Selain itu, praktik ini juga harus dijalankan dengan ilmu manajemen yang mumpuni, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian,” sambungnya.
Anang menambahkan, dukungan dari pemerintah juga tidak kalah penting.
“Kita harus belajar dari pemerintah negara-negara tetangga yang telah sukses menjadikan industri waralaba sebagai salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi negaranya melalui dukungan langsung ke para pelaku industri,” jelasnya.
Dukung Pertumbuhan Frachise dengan Awarding
Kontribusi industri franchise dalam menggerakkan kewirausahaan di Indonesia sangat penting, bahkan berperan menjadi pendorong utama pengembangan kewirausahaan.
Untuk itu, Majalahfranchise.Com bersama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), terus berupaya mendukung pertumbuhan industri franchise lewat berbagai event.
“Selain edukasi dan pameran, kami juga mendukung pertumbuhan industri franchise dengan memberikan penghargaan kepada merek-merek franchise yang mampu bersaing di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan saat ini. Mereka yang mampu tampil menjadi market leader dan mereka kreatif memasarkan bisnisnya kita berikan apresiasi,” ujar Rofian Akbar, pemimpin Majalahfranchise.Com.
Mereka yang berhasil mengembangkan dan menjaga pertumbuhan bisnisnya sehingga mendominasi pasar di kategori bisnisnya kami berikan penghargaan sebagai Market Leader Awards 2025.
“Dalam hal ini, merek-merek franchise dan business opportunity yang berhasil menguasai pasar dengan strategi branding, strategi produk maupun strategi pengembangan system franchise,” jelasnya.
Sementara, lanjut Rofian, merek-merek franchise dan busines opportunity yang mampu tampil baik menerapkan strategi pemasaran menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif kami anugerahkan penghargaan Indonesia Franchise Marketing Awards 2025.
Merek-merek tersebut sepanjang 2025 ini, melalui desk research yang kami collect dari berbagai sumber, berhasil mengembangkan konsep pemasaran yang terintegrasi, kreatif, dan tepat sasaran di era konsumen yang semakin smart dan kritis.
Mereka berhasil menerapkan konsep pemasaran yang terintegrasi dengan memadukan berbagai saluran media yang ada, mulai dari Social Media Activity, Public Relation Activity, Exhibition Activity, Digital Campaign dan Personal Branding.
“Di era seperti sekarang, kelima saluran tersebut adalah Marketing Tools yang harus di jalankan secara terpadu, konsisten dan kreatif agar powerfull dan tepat sasaran,” jelas Rofian.
Ditambahlan Rofian, beberapa perusahaan franchise saat ini sudah mulai banyak yang menerapkan konsep Integrated Marketing Concept (IMC). Tentu saja ini sangat bagus dan patut diapresiasi.
Hanya saja konsep IMC yang dijalankan masih perlu dikelolasecara profesional dan lebih kreatif.
Karena kunci efektivitas IMC adalah adanya sinergi antar berbagai pesan pemasaran, dengan tujuan akhir adalah untuk menghasilkan pendapatan,meningkatkan pangsa pasar, membangun brand awareness serta tertarik dengan apa yang ditawarkan dan akhirnya membeli produk atau jasa yang dijual. (ibs)