• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tarif Sepihak 19 Persen AS, Ekonomi: Ini Paksaan Bukan Negosiasi Setara

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 17 Juli 2025 - 17:37
in Ekonomi
Bursa-Saham

Ilustrasi transaksi di Bursa saham. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penurunan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen sering disebut sebagai deal besar. Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai di balik angka tersebut tersembunyi tekanan yang menempatkan Indonesia pada posisi lemah.

“AS meminta Indonesia membeli produk mereka senilai total lebih dari US$20 miliar, mulai dari energi, produk pertanian, hingga puluhan pesawat Boeing,” terang Achmad melalui gawai, Kamis (17/7/2025).

BacaJuga:

Hadapi Dinamika Industri, United Tractors Tunjukkan Ketahanan Bisnis

Laba Turun 73 Persen, Tapi Fondasi Keuangan SUNI Tetap Solid di Awal 2026

Langkah Cepat Pertamina dan Mitra: Sumur Tua Jadi Andalan Energi Nasional

Dia mengatakan, permintaan ini bukanlah negosiasi setara. Namun pemaksaan yang akan membebani fiskal dan menekan sektor strategis nasional.

“Apakah kita akan berhenti di sini dan terus mengalah pada tekanan sepihak. Indonesia seharusnya melanjutkan negosiasi hingga tarif benar-benar equal,” katanya.

Bila AS bersikeras mempertahankan tarif 19 persen, dikatakan dia, Indonesia perlu memberlakukan kebijakan balasan yang setara.

Sebab, masih ujar dia, keadilan dagang menuntut Indonesia menerapkan prinsip reciprocal retaliation. Bila produk Indonesia dikenakan tarif 19 persen, maka produk mereka juga harus kena tarif 19 persen.

Lebih jauh, diungkapkan dia, Indonesia juga perlu mengenakan tarif atau pajak 19 persen pada semua layanan digital dan IT perusahaan AS yang menguasai pasar domestik.

“Dari jasa iklan digital, komputasi awan (cloud computing), hingga platform media sosial yang monetisasinya mengalir langsung ke Silicon Valley tanpa kontribusi fiskal setara di Indonesia,” bebernya.

Bagi Indonesia, menurutnya, langkah tersebut adalah upaya menegakkan kedaulatan ekonomi digital dan menyeimbangkan ketimpangan nilai tukar data dan nilai tukar devisa.

“Negara-negara BRICS juga menuntut perombakan arsitektur dagang global, agar tidak didominasi unilateralisme negara besar,” terangnya.

“Sudah saatnya Indonesia mengajukan perlawanan bersama melalui platform multilateral, baik di WTO, BRICS+, maupun perundingan regional lainnya, untuk menegaskan bahwa praktik tarif resiprokal sepihak ala AS adalah bentuk pemerasan dan unfree trade,” imbuhnya. (nas)

Tags: 19 PersenASEkspor IndonesiaTarif

Berita Terkait.

Manfaatkan Air Sungai, IPA Portabel Semanan Perkuat Suplai Air di Jakbar
Ekonomi

Hadapi Dinamika Industri, United Tractors Tunjukkan Ketahanan Bisnis

Kamis, 30 April 2026 - 04:32
Laba Turun 73 Persen, Tapi Fondasi Keuangan SUNI Tetap Solid di Awal 2026
Ekonomi

Laba Turun 73 Persen, Tapi Fondasi Keuangan SUNI Tetap Solid di Awal 2026

Rabu, 29 April 2026 - 23:31
Langkah Cepat Pertamina dan Mitra: Sumur Tua Jadi Andalan Energi Nasional
Ekonomi

Langkah Cepat Pertamina dan Mitra: Sumur Tua Jadi Andalan Energi Nasional

Rabu, 29 April 2026 - 23:31
BCA Resmi Mulai Buyback Saham, Sinyal Optimisme di Pasar Modal
Ekonomi

BCA Resmi Mulai Buyback Saham, Sinyal Optimisme di Pasar Modal

Rabu, 29 April 2026 - 23:15
Laba Melejit 58 Persen, Kinerja Triwulan Pertama ANTAM Tembus Rp3,66 Triliun
Ekonomi

Laba Melejit 58 Persen, Kinerja Triwulan Pertama ANTAM Tembus Rp3,66 Triliun

Rabu, 29 April 2026 - 22:45
OB Naik 10 Persen di Kuartal Pertama 2026, Kinerja Operasional Samindo Resources Makin Solid
Ekonomi

OB Naik 10 Persen di Kuartal Pertama 2026, Kinerja Operasional Samindo Resources Makin Solid

Rabu, 29 April 2026 - 21:35

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2547 shares
    Share 1019 Tweet 637
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.