Ekonomi

United Tractors Bukukan Laba Bersih Rp15,6 Triliun di Triwulan III-2024

INDOPOSCO.ID – PT United Tractors Tbk atau UT mengumumkan laporan keuangan konsolidasian hingga triwulan III tahun 2024. Di sembilan bulan pertama 2024 ini, UT membukukan laba bersih Rp 15,6 triliun.

Segmen usaha mesin konstruksi alami penurunan penjualan alat berat Komatsu 24 persen menjadi 3.321 unit dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 4.365 unit. Ini disebabkan oleh penurunan permintaan dari sektor pertambangan, konstruksi dan kehutanan.

“Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu memimpin pangsa pasar alat berat sebesar 27 persen,” tulis United Tractors dalam keterangan tertulis kepada media, Kamis (31/10/2024)

Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 6 persen menjadi Rp8,4 triliun. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi turun 8 persen menjadi Rp26,5 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara di segmen usaha kontraktor penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP). Hingga September 2024, PAMA Grup membukukan pendapatan bersih Rp43,6 triliun, naik 11 persen dari Rp39,1 triliun.

Segmen usaha pertambangan batu bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Hingga September 2024, TTA mencatatkan volume penjualan batu bara 8,1 juta ton, termasuk 2,4 juta ton batu bara metalurgi.

“Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 10,2 juta ton, 19 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” sebutnya.

Segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 57 persen menjadi Rp6,7 triliun, yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan harga jual rata-rata emas 21 persen.

Selain itu, PT Agincourt Resources (PTAR) mengoperasikan tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang hingga September 2024, total penjualan setara emas 165 ribu ons, meningkat 12 persen dibandingkan tahun lalu.

Kemudian, PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mengoperasikan konsesi tambang emas di Pulau Sumbawa, NTB yang telah mulai berproduksi pada triwulan II-2024 dan diharapkan dapat mulai mencatatkan penjualan emas di triwulan IV-2024.

Lalu untuk segmen usaha pertambangan nikel Perseroan terdiri dari PT Stargate Pasific Resources (SPR) yang baru saja diakuisisi dengan kepemilikan mayoritas pada Desember 2023 dan Nickel Industries Limited (NIC) yang diakuisisi pada September 2023 dengan kepemilikan 19,99 persen.

Segmen usaha industri konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) yang hingga September 2024 membukukan pendapatan bersih Rp2,1 triliun, dibandingkan Rp1,5 triliun pada periode yang sama tahun 2023.

“ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp286 miliar, lebih tinggi dibandingkan rugi bersih Rp151 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” katanya. (rmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button