• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tingkatkan Produksi, Kementan Gandeng Petani Milenial

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 5 Oktober 2022 - 19:05
in Ekonomi
Acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani yang mengangkat tema “Sumbangsih Pemuda Tani Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia”, Rabu (5/10/2022). Foto: Kementan untuk INDOPOSCO

Acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani yang mengangkat tema “Sumbangsih Pemuda Tani Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia”, Rabu (5/10/2022). Foto: Kementan untuk INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng petani milineal sebagai penggerak pertanian dalam meningkatkan produksi guna terwujudnya ketahanan pangan nasional di tengah ancaman tantangan global cuaca ekstrim. Membuka ruang keterlibatan petani muda merupakan salah satu terobosan sebab memiliki jiwa, semangat dan gagasan kreatif untuk melahirkan inovasi yang dapat mengembangkan ketahanan pangan Indonesia.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengutarakan kunci ketahanan pangan adalah mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri. Peningkatan produksi dilakukan dengan berbagai program, misalnya penyediaan bibit unggul, pupuk berimbang, mekanisasi pertanian, penanganan pasca panen dan juga mendorong keterlibatan petani muda untuk mengembangkan pertanian dari hulu hingga hilir.

BacaJuga:

BRI Perluas Akses Investasi Global, Reksa Dana USD Kini Bisa Dibeli lewat BRImo

Uji Coba Cofiring Tahap II Sukses, PTBA Dorong Transisi Energi dengan Kaliandra Merah

Badak LNG Lampaui Target Produksi, Pertahankan PROPER Emas ke-15 Secara Beruntun

“Saat ini, setelah 38 tahun negara kita berhasil mencapai swasembada beras. Arahan Mentan, tahun 2023, Indonesia bisa swasembada jagung. Saat kondisi sulit terdampak covid, dan iklim ekstrim, kita perlu tetap selalu waspada dan antisipasi. Kita harus menjaga stabilitas inflasi dengan bahan pangan, caranya dengan meningkatkan produksi. Peran petani milenial sangat dibutuhkan,” kata Suwandi dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani yang mengangkat tema “Sumbangsih Pemuda Tani Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia”, Rabu (5/10/2022).

Ia menambahkan bahan pangan yang selama ini diimpor harus disubtitusi. Misalnya, meningkatkan penanaman kedelai, singkong dan sorgum sebagai substitusi gandum. Peran pemuda mewujudkan hal ini sangat penting karena kunci peningkatan produksi adalah teknologi, yang ada pada pemuda.

“Disamping mekanisasi, peningkatan produksi dilakukan melalui teknologi IT. Sekarang semua bisa online. Selain itu, pemuda merupakan ahli tata Kelola. Hilirisasi produk sebelum masuk pasar, produk diolah dengan berbagai variasi, sehingga nilai tambah bisa lebih tinggi,” ungkapnya.

“Peran pemuda mengarah pada zero waste, dengan menggunakan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Setiap daerah harus mencukupi kebutuhan sendiri, dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Disinilah peran pemuda sebagai penggerak,” tambah Suwandi.

Bersamaan, Ketum DPP Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah mengatakan status negara agraris, menjadi tantangan dan potensi bagi generasi muda. Sesuai dengan arahan Presiden, saat Indonesia butuh regenerasi petani, apalagi dnamika dunia saat ini, mendorong untuk berbenah masalah pangan.

“Jumlah penduduk yang bertambah, berpengaruh besar pada ketahanan pangan, baik aspek ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas. Peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam inovasi, gagasan baru, serta akses pasar dan akses modal,” jelasnya.

Ketua Pemuda Tani Sulsel, Rachmat Sasmito menyebutkan salah satu upaya untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan petani agar bergeser dari kelas bawah menjadi kelas menengah adalah dengan melakukan usaha pertanian dengan sistem integrated farming/pertanian terpadu.

Pertanian terpadu lebih menekankan pada tatalaksana dengan memadukan komoditas (tunggal atau campuran spesies) tanaman dengan tanaman lainnya atau tanaman dengan hewan ternak pada suatu lahan atau sistem sehingga menghasilkan keutungan bagi petani,lingkungan dan konsumen.

“Integrated farming ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan agribisnis dan optimalisasi lahan karena integrated farming akan memilihara siklus yang dimanfaatkan dari masing-masing komoditas sehingga tercipta zero wasted,” terangnya.

“Sistem Integrated Farming dapat dilaksanakan dalam bentuk intensifikasi pekarangan, sistem pertanian surjan, pertanian-perikanan terpadu, pertanian peternakan terpadu dan pertanian-peternakan-perikanan terpadu,” imbuh Rachmat.

Turut hadir Ketua Pemuda Tani Bali, Agung Wedha menuturkan dengan smart farming, Pemuda Tani Bali sudah mengedukasi ribuan anak muda yang terdampak di Bali untuk menjadi petani baru. Dengan smart Farming, stigma petani panas, kotor dan miskin, dapat mematahkan stigma tersebut dan dengan smart farming banyak kegiatan buidaday yang dikontrol dari smartphone.

“Kami super optimistis, saat ini banyak negara yang mengalami inflasi tinggi karena kekurangan pangan. Selama pertanian kuat, negara akan baik-baik. Kita harus bangga menjadi petani, karena petanilah yang menjaga tatanan bangasa kita. Saat ini generasi muda tengah gemar melakukan inovasi di sektor agro,” cetusnya. (dan)

Tags: KementanmilenialPetaniPetani Milenial

Berita Terkait.

BRI
Ekonomi

BRI Perluas Akses Investasi Global, Reksa Dana USD Kini Bisa Dibeli lewat BRImo

Senin, 15 Juni 2026 - 20:32
Uji Coba Cofiring Tahap II Sukses, PTBA Dorong Transisi Energi dengan Kaliandra Merah
Ekonomi

Uji Coba Cofiring Tahap II Sukses, PTBA Dorong Transisi Energi dengan Kaliandra Merah

Senin, 15 Juni 2026 - 20:17
lng
Ekonomi

Badak LNG Lampaui Target Produksi, Pertahankan PROPER Emas ke-15 Secara Beruntun

Senin, 15 Juni 2026 - 20:02
J&T Cargo Kelola 8,2 Ton Limbah Bersama Decathlon dan Yayasan KDM, Dorong Ekonomi Sirkular
Ekonomi

J&T Cargo Kelola 8,2 Ton Limbah Bersama Decathlon dan Yayasan KDM, Dorong Ekonomi Sirkular

Senin, 15 Juni 2026 - 19:37
bc2
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Industri Rokok, Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha di Semarang dan Malang

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27
btnnn
Ekonomi

Kinerja Moncer BTN Berlanjut, Laba Bersih Tembus Rp1,85 Triliun per Mei 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 19:17

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6507 shares
    Share 2603 Tweet 1627
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1704 shares
    Share 682 Tweet 426
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1023 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    962 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.