• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kementan Kembangkan Talas dan Olahannya Untuk Pangan Alternatif dan Ekspor

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 2 September 2022 - 20:30
in Ekonomi
co

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggairahkan pengembangan potensi pangan lokal menjadi salah satu pangan alternatif sebagai solusi mengatasi krisis pangan yang tengah melanda dunia saat ini. Semua jenis pangan lokal yang ada dikembangkan sedemikian rupa agar mampu mendukung ketahanan pangan dan hingga ekspor, salah satunya talas dan produk turunannya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan terdapat berbagai penelitian yang membuktikan bahwa talas tidak saja bisa menjadi bahan pangan alternatif yang mengandung protein dan kalori tinggi tapi memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang rendah. Dengan begitu, talas aman dikonsumsi, khususnya untuk penderita diabetes.

BacaJuga:

BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Surabaya, Solusi Lengkap Hunian, Kendaraan, hingga Liburan dalam Satu Event

Kemenkop dan Kemenimipas Teken MoU Guna Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi

Efisiensi dan Kolaborasi Jadi Senjata PHE Hadapi Tantangan Migas

“Pangsa pasar talas di Jepang, Korea dan tentunya potensi pasar dalam negeri pun sangat menjanjikan,” kata Suwandi di Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Talas memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan gula yang rendah menjadikan talas mampu menjadi pilihan alternatif sebagai pengganti nasi dari beras. Oleh karena itu, Kementan menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani episode ke-609 pada Jumat (2/09/22) dengan tema “Aneka Jenis Talas dan Olahannya, Peluang Pasar Dalam dan Luar Negeri”.

Salah satu pegiat talas, Subagja menyebutkan terdapat tiga jenis talas yang dikembangkan yaitu talas suriname, talas pratama, dan talas belitung/ mbote/ kimpul. Ketiga talas tersebut dapat diolah menjadi beragam produk diantaranya yaitu tepung, mie instant, beras talas, tembakau daun talas, dan pelet pelepah talas.

Lebih lanjut ia menjelaskan terkait siklus budidaya talas yang dimulai dari penyiapan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, proses panen, dan pasca panen.

“Khusus untuk masa panen, setiap jenis talas memiliki masa panen yang berbeda-beda. Talas suriname panen setiap 24 bulan sekali, talas pratama dapat dipanen setelah berusia 6 bulan, dan talas belitung dipanen saat usia 8 bulan,” jelasnya.

Subagja menambahkan, selain dimanfaatkan umbinya, bagian daun dan batang talas suriname juga dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi tembakau atau bahan sayuran serta pelet.

Hadir pula pengusaha talas, Purnama Hadisumarya menuturkan talas Indonesia memiliki potensi pasar ekspor di Jepang. Peluang pasar ekspor talas ke Jepang masih sangat terbuka lebar, hanya saja masih diperlukan dukungan dari para stakeholder untuk lebih memudahkan akses ekspor tersebut.

Adapun potensi supplay dari dalam negeri sudah tersedia. Untuk pangsa pasar ke Jepang, saat ini kami menyediakan talas frozen dengan berat 500 gram per kemasan,” urai Purnama. (srv)

Tags: eksporKementanKementerian PertanianpanganTalas

Berita Terkait.

BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Surabaya, Solusi Lengkap Hunian, Kendaraan, hingga Liburan dalam Satu Event
Ekonomi

BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Surabaya, Solusi Lengkap Hunian, Kendaraan, hingga Liburan dalam Satu Event

Senin, 27 April 2026 - 17:05
TTD
Ekonomi

Kemenkop dan Kemenimipas Teken MoU Guna Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi

Senin, 27 April 2026 - 16:06
Diskusi
Ekonomi

Efisiensi dan Kolaborasi Jadi Senjata PHE Hadapi Tantangan Migas

Senin, 27 April 2026 - 14:24
Minyak
Ekonomi

Rantai Krisis: Harga Plastik Naik, Minyak Goreng Ikut Mencekik

Senin, 27 April 2026 - 12:42
Tanaman
Ekonomi

Inovasi Geothermal Pertamina, Energi Bumi yang Menghidupi Ekonomi Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 09:49
Persib di Ujung Tanduk, Skenario Gagal Juara Mulai Terlihat
Ekonomi

Energi untuk Bumi: Cara Pertamina Ajak Masyarakat Bergerak di Hari Bumi 2026

Senin, 27 April 2026 - 02:22

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    915 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.