Ekonomi

Menguatkan Pangan dari Desa

oleh: Agung SS Raharjo, Analis Ketahanan Pangan di Kementerian Pertanian

INDOPOSCO.IDPangan merupakan subjek penting bagi kebutuhan manusia. Tidak hanya berpengaruh dari sisi sosial ekonomi, pangan juga menjadi komoditas politis yang sangat strategis. Pangan merupakan masalah vital bagi negara karena berkaitan dengan persoalan ketahanan dan kedaulatan. Kondisi kekurangan pangan atau rawan pangan akan menjadi ancaman bagi stabilitas politik suatu negara.

Kondisi tersebut setidaknya dapat dilihat dari sejarah kehancuaran Uni Soviet di awal tahun 1990-an. Bubarnya Uni Soviet tidak semata karena perubahan nilai dan pakem-pakem politik yang begitu massif seperti paham glasnost, perestroika dan demokrasi. Namun ada faktor lain yang tidak kalah penting untuk diketahui bahwa aksi embargo pangan oleh Nato dianggap memberikan andil yang cukup besar atas runtuhnya negara komunis ini (Ghandi, 2014).

Dari peristiwa tersebut kita belajar bahwa pangan dapat menjadi dua sisi mata uang yang saling berkebalikan. Apakah ia akan menjadi boomerang yang mengahancurkan ataukah menjadi sumber penguat kedaulatan bangsa dan negara. Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelago) dengan penduduk terbesar keempat didunia sudah sepantasnya mempersiapkan serangkain kebijakan dan program aksi yang mengarah pada penguatan pangan. Tidak semata menyediakan stok cadangan pangan dalam skala nasional namun juga memberikan jaminan pemenuhan pangan hingga tingkat individu.

Revitalisasi Peran Desa

Penguatan ketahanan pangan nasional dapat kita mulai dengan menguatkan basis ditingkat desa. Keberadaan desa saat ini menjadi sentra kebijakan strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional. Membenahi sistem dan pengelolaan ditingkat perdesaan dirasa akan mampu menumbuhkan perbaikan-perbaikan dan kemajuan.

Kementerian Desa dan PDT telah mengembangkan motode penilaian perdesaan yang awam disebut dengan Indeks Desa Membangun (IDM). IDM menggunakan indikator komposit yang melihat tiga aspek yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan.

Perangkat indikator yang dikembangkan dalam IDM berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button