Ekonomi

Dolar Melemah di Perdagangan Asia

INDOPOSCO.ID – Dolar melemah dari tertinggi pekan lalu di perdagangan Asia pada Senin (4/10) pagi, karena hasil uji coba yang menggembirakan untuk pil Covid-19 mendukung selera risiko, tetapi investor tetap berhati- hati menjelang pertemuan bank sentral di Australia dan Selandia Baru serta data tenaga kerja AS minggu ini.

Euro merayap kembali di atas 1,16 dolar, menguat 0,1 persen pada 1,1606 dolar, pulih dari level terendah 14- bulan minggu lalu di 1,1563 dolar. Yen juga telah melambung dari level terendah 19- bulan dan juga naik 0,1 persen di perdagangan Asia pada 110, 92 per dolar.

Sterling, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru semuanya lebih tinggi di awal perdagangan, memperpanjang kenaikan akhir pekan lalu.

“Apakah itu mengikuti atau tidak, saya tidak tahu,” kata analis Westpac Imre Speizer saat di telepon dari Christchurch.

“Saya akan mengatakan bahwa masih ada lebih banyak penurunan dan itu akan menopang dolar AS, serta Aussie dan kiwi akan jatuh sedikit lebih jauh,” katanya, dengan sentimen yang menentukan.

Dalam seminggu ke depan, bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia, bertemu pada Selasa (5/10/2021) dan diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tetap stabil. Di seberang Tasman, kenaikan 25 basis poin dari bank sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand, pada Rabu (6/10/2021) juga telah diperhitungkan.

Dan pada Jumat (8/10/2021), data tenaga kerja AS diperkirakan akan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar kerja, dengan perkiraan 460. 000 pekerjaan telah ditambahkan pada September- cukup untuk menjaga Federal Reserve di jalur untuk mulai melakukan tapering sebelum akhir tahun.

Sterling naik 0,25 persen menjadi 1, 3568 dolar, sesi ketiga berturut- turut di zona hijau setelah penurunan tajam pekan lalu ketika para pedagang mengabaikan retorika bank sentral hawkish untuk fokus pada prospek suram serta risiko tingkat suku bunga dan inflasi yang lebih besar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button