Disway

Naik Tangga

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Tangan kanan Donald Trump itu akhirnya menyerah: Allen Weisselberg. Allen menyerahkan paspornya. Tapi ia masih tetap boleh bepergian. Termasuk ke luar negeri –hanya harus atas izin pengadilan.

Itu berarti penyelidikan atas perusahaan Trump mencapai puncaknya: masuk pengadilan. Memang belum menyentuh langsung Trump. Masih satu tangga lagi. Tapi tangga itu sudah dipanjat tinggi. Sampai ke tangan kanan.

Berita Terkait

Allen sudah lebih 40 tahun bekerja di perusahaan Trump. Ia-lah yang mengurus segala macam keuangan. Umurnya sudah 74 tahun.

Sidang untuk mengadili Allen masih akan dilakukan pada September 2021. Allen tegas: tidak mau mengaku bersalah. Berarti pengadilan itu nanti akan panjang dan seru.

Apalagi kalau mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Trump harus menjadi saksi. Lebih lagi kalau Trump terseret pula sebagai pesakitan.

Ini kasus pajak.

Menurut jaksa perusahaan Trump menggelapkan pajak. Sejak lama.

Menurut kubu Trump, ini soal politik. Untuk menjatuhkan Trump.

Tapi jaksa di Amerika sangat independen. Kasus ini sudah menjadi perhatian jaksa sejak 2002, jauh sebelum Trump berminat masuk ke politik. Bahkan yang memulai menyelidiki kasus ini adalah Rudy Giuliani.

Yakni ketika Rudy masih menjadi jaksa distrik. Sebelum ia menjadi Wali Kota New York. Jauh sebelum Rudy berubah menjadi pembela berani mati Trump di Pilpres 2020.

Pengadilan ini nanti akan rumit. Soal pajak sering beda penafsiran peraturan.

Sudah sangat lama Amerika tidak memiliki perkara rumit begini: perkara pajak yang berkembang menjadi perkara pidana.

Itu karena perusahaan Trump dianggap tidak kooperatif. Juga tidak mau menyelesaikan ‘secara pajak’. Perusahaan Trump terus bersikap seperti Trump: lawan!

Menurut catatan media di Amerika, perkara mirip ini, terakhir terjadi 40 tahun lalu. Saking besarnya masih tetap menjadi omongan sampai sekarang. Pun sudah difilmkan oleh Hollywood. Dengan judul serem: Ratu Jahat (Queen of Mean).

Mirip dengan yang sekarang: menyangkut raja properti di New York.

Bahkan lebih kaya dari Trump.

Nama konglomerat itu: Harry Brakmann Helmsley.

Lihatlah: Gedung Empire yang paling terkenal di New York itu adalah miliknya.

Hotel Park Lane itu miliknya. Helmsley Palace yang mewah itu miliknya. Hampir di setiap blok besar di New York ada hotel miliknya. Kalau kita masukkan yang di luar New York hampir 100 hotel dimilikinya.

Harry dulu tidak lulus SD. Orang tuanya tidak mampu membiayainya sekolah. Setelah agak besar kakeknya menemukan pekerjaan untuk anak tidak punya ijazah seperti Harry: menjadi tenaga serabutan di perusahaan real estate.

Belum lagi berumur 30 tahun ia sudah bisa membeli perusahaan tempatnya bekerja. Lalu mengawini seorang janda punya anak satu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button