INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat keandalan infrastruktur gas untuk menjamin pasokan energi primer bagi pembangkit listrik. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Komisaris Utama (Komut) PLN EPI Nikson Silalahi ke fasilitas penyimpanan dan regasifikasi liquefied natural gas (LNG) SMART REGAS Tarakan di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunung Belah, Provinis Kalimantan Utara.
Peninjauan yang dilakukan pada Kamis (5/11/2026) tersebut bertujuan memastikan keandalan operasional fasilitas sekaligus keberlanjutan pasokan gas untuk pembangkit listrik di Pulau Tarakan. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Komisaris terhadap pengelolaan infrastruktur energi primer oleh anak perusahaan PLN EPI, PLN Energi Gas.
Dalam kunjungan tersebut, Nikson meninjau langsung operasional SMART REGAS (Small-scale, Modular & Relocatable LNG Regasification) Tarakan yang memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 5 BBTUD. Fasilitas ini berfungsi menerima, menyimpan, dan mengubah LNG menjadi gas untuk kemudian disalurkan ke PLTMG Gunung Belah dan PLTMG Kampung Satu.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi solusi pemenuhan kebutuhan gas pembangkit listrik di Tarakan, terutama karena wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan pasokan melalui jaringan pipa gas. Dengan memanfaatkan LNG, pasokan energi primer dapat disalurkan secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan pembangkit.
Dari sisi kinerja, SMART REGAS Tarakan mencatatkan tingkat ketersediaan operasional atau Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 99,81 persen selama periode Oktober 2025 hingga September 2026. Capaian tersebut melampaui target perusahaan sebesar 98,22 persen. Dalam periode yang sama, fasilitas ini berhasil menyalurkan gas sebanyak 197.233 MMBTU.
Nikson Silalahi mengapresiasi kinerja Direksi dan seluruh jajaran PLN Energi Gas dalam mengelola fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG tersebut. Menurutnya, keberadaan infrastruktur gas yang andal memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pasokan listrik.
“Mewakili Dewan Komisaris PLN EPI, kami sangat mengapresiasi kinerja baik Direksi PLN Energi Gas. Kami memandang bahwa tersedianya fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang dibangun dan dikelola dengan baik oleh PLN Energi Gas yang telah diresmikan tahun lalu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Tarakan dan sekitarnya. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik dapat terpenuhi sehingga sangat membantu masyarakat,” ujar Nikson.
Ia menambahkan, SMART REGAS Tarakan merupakan bagian dari upaya PLN EPI memperkuat infrastruktur dan rantai pasok gas nasional, terutama di wilayah yang belum memiliki akses memadai terhadap jaringan pipa gas. Pemanfaatan LNG memungkinkan penyediaan energi primer dilakukan secara lebih adaptif dengan mempertimbangkan karakteristik geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain meningkatkan keandalan pasokan, pemanfaatan LNG juga berpotensi menekan biaya pembangkitan listrik melalui pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan proyeksi pengembangan fasilitas, penggunaan gas di Tarakan berpotensi mengurangi konsumsi BBM sekitar 32 ribu kiloliter per tahun, dengan potensi efisiensi biaya bahan bakar mencapai Rp74 miliar hingga Rp147 miliar per tahun.
Nikson juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam pengoperasian fasilitas tersebut. Ia berharap seluruh insan PLN Energi Gas terus menjaga semangat dan meningkatkan kontribusi dalam mendukung penyediaan energi bagi masyarakat.
“Saya juga ingin mengajak teman-teman yang bekerja di fasilitas ini untuk terus bersemangat memberikan yang terbaik. Ini merupakan peluang bagi kita untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara, sekaligus membantu program-program pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan energi dan penyediaan listrik bagi masyarakat di Tarakan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Energi Gas Edwin Bangun mengatakan, kunjungan Dewan Komisaris PLN EPI menjadi momentum evaluasi sekaligus masukan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengelolaan SMART REGAS Tarakan. Salah satu fokus utama adalah menjaga kesiapan fasilitas dan memastikan kesesuaian pasokan LNG dengan kebutuhan pembangkit.
“Bagi kami, capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur untuk menjaga keandalan operasi. Kami akan terus memperkuat pemeliharaan fasilitas dan berkoordinasi dengan PLN EPI serta pengelola pembangkit agar pasokan LNG terjaga dan gas dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, SMART REGAS Tarakan dapat terus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Edwin.
Ke depan, PLN EPI bersama PLN Energi Gas akan terus meningkatkan keandalan infrastruktur, memperkuat pengelolaan operasional, serta mengoptimalkan rantai pasok LNG. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi energi primer yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya bagi sistem kelistrikan di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan jaringan pipa gas.
Keberhasilan operasional SMART REGAS Tarakan sekaligus mempertegas peran strategis PLN EPI dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui penguatan infrastruktur gas, optimalisasi pemanfaatan LNG, serta pengurangan ketergantungan terhadap BBM, perusahaan terus mendorong efisiensi pembangkitan dan pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. (srv)



















