• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Wamentrans Sebut Nasionalisme Indonesia Berciri Religius dan Antikolonialisme

DPP GMNI

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 5 November 2026 - 14:05
in Nasional
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) di Kalibata, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Foto: Dok. Kementerian Transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) di Kalibata, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Foto: Dok. Kementerian Transmigrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa nasionalisme Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan nasionalisme bangsa lain. Menurutnya, nasionalisme Indonesia berlandaskan nilai religius sekaligus semangat antikolonialisme.

Hal tersebut disampaikan Viva Yoga saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) di Kantor Kementerian Transmigrasi RI, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

BacaJuga:

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Menteri P2MI Dorong Permabudhi Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman

Penyadapan Prabowo Libatkan Mantan Kapolri, Bareskrim Dalami Penerapan Pasal Makar

Dalam pertemuan tersebut, Viva Yoga menceritakan pengalamannya ketika masih aktif sebagai pengurus Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Saat itu, dirinya mendapat pendidikan dan pemahaman kebangsaan dari salah satu pendiri HMI, Ahmad Dahlan Ranuwihardjo, yang juga dikenal dekat dengan kalangan GMNI karena kerap memberikan pelatihan kepada organisasi tersebut.

Viva Yoga mengungkapkan, Dahlan Ranuwihardjo sering mengajaknya berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang dekat dengan Presiden Soekarno, di antaranya Ruslan Abdul Ghani. Dari pertemuan dan diskusi tersebut, ia banyak belajar mengenai pemahaman nasionalisme Indonesia.

Menurut Viva Yoga, nasionalisme setiap bangsa memiliki karakter, sejarah, dan ciri yang berbeda. Pada negara yang menganut ekspansionisme, nasionalisme bahkan dapat digunakan sebagai pembenaran untuk menjajah bangsa lain.

Namun, ia menilai nasionalisme Indonesia justru memiliki semangat menentang segala bentuk penjajahan dan kolonialisme.

“Mengutip Dahlan Ranuwihardjo, nasionalisme Indonesia adalah melawan penjajahan dan menentang kolonialisme. Jadi nasionalisme Indonesia adalah antikolonialisme,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kolonialisme merupakan bentuk kezaliman karena merampas hak bangsa lain. Praktik tersebut bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia maupun ajaran agama.

“Dengan demikian nasionalisme Indonesia selain bersifat antikolonialisme juga religius,” tambahnya.

Viva Yoga menekankan, kedua karakter tersebut tidak dapat dipisahkan ketika membicarakan nasionalisme Indonesia. Ia juga mengaitkan pemahaman kebangsaan tersebut dengan pengalamannya saat menjadi anggota MPR RI selama dua periode.

Dalam kapasitas tersebut, ia kerap menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Selain membahas nasionalisme, pertemuan tersebut juga menyinggung persoalan konflik pertanahan di kawasan transmigrasi. Menanggapi pertanyaan salah satu pengurus GMNI, Viva Yoga mengakui masih terdapat persoalan tumpang tindih lahan di sejumlah kawasan transmigrasi.

Menurutnya, konflik dapat muncul akibat tumpang tindih status dan administrasi pertanahan dengan kawasan hutan, lahan milik swasta, BUMN, perorangan, masyarakat, bahkan wilayah negara lain.

Ia mencontohkan lahan transmigrasi yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) sejak 1985, tetapi pada 2020 ditetapkan Kementerian Kehutanan sebagai kawasan hutan. Perbedaan status tersebut kemudian memicu persoalan hukum dan konflik pertanahan.

“Hal seperti ini sering terjadi. Kementerian Transmigrasi saat ini sedang bekerja untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada,” ungkapnya.

Viva Yoga juga mengingatkan adanya keputusan Komisi V DPR RI yang menyatakan kawasan hutan yang berada di wilayah transmigrasi harus dilepaskan status kehutanannya oleh Kementerian Kehutanan.

“Kalau sudah menjadi kawasan transmigrasi dan terdapat tumpang tindih dengan kawasan kehutanan, maka Kementerian Kehutanan harus melepas status hutannya,” ujar mantan anggota Komisi V DPR RI tersebut. (srv)

Tags: GMNIKementerian Transmigrasipb hmiWamen Vivar Yoga

Berita Terkait.

selatok
Nasional

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:04
Mukhtarudin
Nasional

Menteri P2MI Dorong Permabudhi Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman

Jumat, 6 November 2026 - 09:31
humas
Nasional

Penyadapan Prabowo Libatkan Mantan Kapolri, Bareskrim Dalami Penerapan Pasal Makar

Jumat, 6 November 2026 - 09:09
sadap
Nasional

Cegah Negara Jadi Pengintai, DPR Desak UU Penyadapan Segera Dibentuk

Jumat, 6 November 2026 - 07:07
puan
Nasional

Ketua DPR Sentil Kebijakan Pajak Pembalut, Desak Kebutuhan Menstruasi Jadi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 01:11
santri
Nasional

Pascakasus Ponpes di Sukoharjo, Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Pesantren

Jumat, 6 November 2026 - 00:30

OLAHRAGA

rafael
Olahraga

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Editor Ali Rachman
Jumat, 6 November 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID - Jadwal padat bukan alasan bagi Dewa United Banten FC untuk mengendurkan ambisi. Banten Warriors justru membidik kemenangan saat...

SelengkapnyaDetails
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3340 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2308 shares
    Share 923 Tweet 577
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1172 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.