INDOPOSCO.ID — Bea Cukai terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pelaku usaha melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC).
Kegiatan ini menjadi sarana bagi Bea Cukai untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pengguna jasa sekaligus memberikan asistensi terkait ketentuan kepabeanan dan cukai.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II melalui kunjungan ke PT HM Sampoerna Tbk pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan dipimpin Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, bersama sejumlah kepala kantor Bea Cukai di lingkungan wilayah kerjanya.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Bea Cukai meninjau langsung proses produksi perusahaan, kemudian melanjutkan kegiatan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion) untuk membahas berbagai isu dan tantangan terkini yang dihadapi industri.
Melalui pertemuan tersebut, Bea Cukai berupaya membangun pemahaman bersama mengenai dinamika industri sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan dukungan dan koordinasi. Komunikasi dan asistensi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu pengguna jasa menghadapi perubahan kondisi pasar serta memastikan pelaksanaan kewajiban kepabeanan dan cukai berjalan sesuai ketentuan.
Upaya serupa dilakukan Bea Cukai Banyuwangi melalui kunjungan ke sejumlah perusahaan industri hasil tembakau di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, pada 19–23 Oktober 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bea Cukai Banyuwangi berdialog langsung dengan para pelaku usaha untuk menyerap aspirasi, kritik, dan saran terkait pelayanan kepabeanan dan cukai.
Selain menjadi sarana komunikasi, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menggali berbagai kendala operasional yang dihadapi perusahaan serta menyamakan pemahaman mengenai ketentuan di bidang cukai.
Masukan dari pengguna jasa menjadi bahan evaluasi bagi Bea Cukai dalam mengidentifikasi kebutuhan pelayanan dan aspek pengawasan yang perlu ditindaklanjuti.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menyampaikan bahwa komunikasi langsung dengan pelaku usaha merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang konstruktif antara Bea Cukai dan pengguna jasa.
Melalui kegiatan CVC, Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan agar pelaku usaha dapat memahami dan memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan.
“Hubungan yang baik antara Bea Cukai dan pelaku usaha perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan. Melalui Customs Visit Customer, kami dapat memahami kebutuhan serta kendala yang dihadapi pengguna jasa, sekaligus memberikan asistensi agar pelaksanaan kewajiban kepabeanan dan cukai berjalan dengan baik. Dengan demikian, kepatuhan dapat terus ditingkatkan dan iklim usaha yang sehat dapat terwujud,” ujarnya.
Melalui kegiatan CVC, Bea Cukai berupaya menyeimbangkan fungsi pelayanan dan pengawasan dengan pendekatan yang komunikatif dan solutif. Sinergi yang terbangun dengan pelaku industri hasil tembakau diharapkan dapat mendorong kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, menjaga keberlangsungan usaha yang sehat, serta mendukung optimalisasi penerimaan negara.(ipo)



















