INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus mendorong inovasi teknologi untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas). Salah satu teknologi yang diandalkan adalah SeepsPro, inovasi geokimia berbasis analisis microseepage yang mampu mendeteksi rembesan mikro hidrokarbon di permukaan sebagai petunjuk keberadaan potensi sumber daya migas di bawah permukaan bumi.
Teknologi ini dikembangkan melalui kolaborasi tim riset PT Pertamina (Persero) dan PHE. Penerapan SeepsPro diharapkan dapat membantu meningkatkan akurasi pemetaan potensi cekungan migas, mempercepat proses eksplorasi, sekaligus mendukung kegiatan pencarian cadangan baru dengan metode yang lebih ramah lingkungan.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan SeepsPro merupakan salah satu wujud transformasi teknologi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina dalam menjawab tantangan industri hulu migas yang semakin kompleks.
Menurutnya, teknologi tersebut akan terus dikembangkan dan diintegrasikan ke berbagai wilayah kerja operasional PHE untuk memperkuat kegiatan eksplorasi dan meningkatkan peluang penemuan cadangan migas baru.
“Ke depan, SeepsPro akan terus diintegrasikan secara masif di berbagai wilayah kerja operasional PHE guna mempercepat penemuan cadangan migas baru. Kami mengapresiasi kontribusi kolaboratif antara tim riset Pertamina (Persero) dan PHE yang berhasil mengembangkan solusi teknologi geokimia ini,” ujar Hermansyah, Kamis (5/11/2026).
Keunggulan SeepsPro juga mendapat pengakuan dalam ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada kategori Oil & Gas Innovation. Forum yang diselenggarakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tersebut berlangsung pada 26-28 Oktober 2026 di Jakarta.
Pengakuan ini menjadi dorongan bagi PHE untuk terus mengembangkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kegiatan eksplorasi sekaligus memperkuat daya saing industri hulu migas nasional.
DTIIF 2026 mengusung tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”. Forum tersebut mempertemukan lebih dari 1.500 pemangku kepentingan teknologi global, termasuk lebih dari 130 CEO teknologi global, peraih Nobel, 67 pusat riset, serta perwakilan lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN) dan perguruan tinggi.
VP Upstream Innovation PHE, Akbar, menegaskan bahwa pengembangan inovasi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja operasional. Setiap inovasi juga harus memberikan manfaat jangka panjang dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, tata kelola perusahaan yang baik, serta pengelolaan risiko secara bertanggung jawab.
Melalui pengembangan SeepsPro, PHE berupaya memperkuat pemanfaatan teknologi dalam kegiatan eksplorasi migas. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan peluang penemuan cadangan baru, menjaga keberlanjutan produksi, dan mendukung ketahanan energi nasional.
PHE menegaskan komitmennya untuk terus mendorong riset, inovasi, dan kolaborasi teknologi guna membangun bisnis hulu migas yang makin kompetitif, efisien, dan berkelanjutan.(srv)



















