INDOPOSCO.ID – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah perkebunan yang dikelolanya. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan koordinasi dan sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama dalam pemantauan lahan, deteksi dini, serta kesiapan penanganan kebakaran.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani dengan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi di kantor BNPB, Jl. Pramuka Kav. 38, Jakarta Timur, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas empat aspek utama pencegahan karhutla, yakni pemantauan kondisi lahan, pertukaran informasi, kesiapan personel, serta koordinasi respons ketika ditemukan indikasi kebakaran.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pencegahan karhutla menjadi bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam mengelola perkebunan negara secara produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan perkebunan tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan pekerja, serta mengendalikan berbagai risiko operasional.
“Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan penguatan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan tanggung jawab tersebut menjadi perhatian bersama di seluruh wilayah operasional perusahaan,” ujar Ghani.
Ia menjelaskan, Agrinas Palma terus memperkuat kewaspadaan di lapangan melalui pemantauan area rawan kebakaran, peningkatan kesiapan personel, serta penyediaan sarana pendukung. Edukasi kepada pekerja mengenai risiko karhutla dan pentingnya pelaporan dini juga menjadi perhatian perusahaan.
Ghani menegaskan, setiap indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti melalui verifikasi kondisi lapangan, pelaporan yang jelas, dan kesiapan penanganan.
“Potensi kebakaran harus diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat dan pekerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan operasional dapat terlindungi,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, rombongan Agrinas Palma juga meninjau command centre BNPB. Fasilitas tersebut memanfaatkan dukungan data dan teknologi untuk memantau potensi ancaman bencana, membantu pengambilan keputusan, serta memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menilai, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat.
“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat. Agrinas Palma memiliki peran penting dalam memastikan kesiapsiagaan di wilayah yang dikelolanya,” ujar Kristomei.
Ia juga menekankan pentingnya menghubungkan informasi hasil pemantauan dengan tindakan nyata di lapangan. Dengan demikian, setiap indikasi kebakaran dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai tingkat prioritas.
Bagi Agrinas Palma, penguatan pencegahan karhutla merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Pengelolaan risiko secara profesional dan akuntabel diharapkan dapat melindungi aset negara, menjaga produktivitas perkebunan, serta memastikan manfaat ekonomi tetap dirasakan masyarakat sekitar.
Langkah tersebut sekaligus mendukung mandat perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan industri hilir, serta pembangunan ekosistem bioenergi.
Ke depan, Agrinas Palma akan terus meningkatkan kesiapsiagaan internal dan memperkuat koordinasi dengan BNPB serta pemangku kepentingan terkait. Melalui sinergi tersebut, perusahaan berharap pengelolaan perkebunan negara dapat berjalan lebih aman, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan. (srv)


















