• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Murah Rukun

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:07
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – ”Perang” asap dan gas akan selesai oleh waktu. ”Perang” jalur internet agak ruwet: bisa merugikan Indonesia –termasuk di mata dunia.

Kabel fiber optic antara Australia-Singapura memang melewati Indonesia. Tepatnya lewat Selat Sunda. Kabel itu bermula di pantai barat Australia, Perth, digelar ke arah barat. Pendaratan pertamanya di pulau kecil di selatan Cianjur: pulau Christmas, milik Australia. Dari situ belok ke utara ke arah Ujung Kulon, Banten. Kabelnya mampir landing di situ. Dari titik itulah Indonesia bisa mengaksesnya. Lalu bisa tersambung ke Australia, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Amerika –juga ke belahan mana pun di dunia. Tersambung juga ke jaringan fiber optic ke seluruh Indonesia.

BacaJuga:

Lama Profesor

Hati Robot

Misteri 3060

Setelah mampir Banten kabel itu lanjut ke Singapura, tersambung ke mana-mana.

Jaringan Australia-Singapura itu disebut jalur ASC –Australia Singapura Cable. Sudah direncanakan sejak tahun 2010-an tapi baru mulai dikerjakan tahun 2013-an. Dalam lima tahun proyek sepanjang 4.600 km itu selesai: mulai beroperasi 2018.

Biayanya tidak semahal yang kita bayangkan: hanya 170 juta dolar. Itu berkat berkembangnya penggunaan fiber optic di seluruh dunia –membuat harganya kian murah, pun untuk ukuran penilaian Disway.

Di bidang teknologi penggelaran kabel bawah laut juga terus maju. Ada kapal khusus yang spesialisasinya memang memasang kabel bawah laut. Bahkan untuk pemasangan kabel listrik bawah laut antara Ternate-Tidore atau Batam-Bintan tidak perlu kapal besar.

Apakah Indonesia bisa ”mengganggu” jaringan ASC itu?

Teoritis bisa. Bisa secara fisik –merusak kabelnya– bisa juga secara operasional. Tinggal kirim pasukan khusus ke pantai Banten.

Tapi itu berbahaya. Indonesia memang tidak takut siapa pun. Juga tidak bisa diancam-ancam. Tidak bisa ditekan.

Kalau Singapura serius akan mengganggu akses internet ke Indonesia sebenarnya kita cukup mengelus dada: peradaban Singapura ternyata hanya serendah itu. Mungkin karena kayanya belum lama sehingga peradabannya masih primitif.

Tentu sebaiknya kita tidak membalas lewat cara yang sama –hanya akan memperlihatkan bahwa peradaban kita masih sama.

Perusuh Disway di Denmark, Bung Liang sudah mengingatkan konsekuensi internasionalnya. Memang untuk kesengajaan mengganggu secara operasional hukum internasionalnya belum sejelas kalau melakukan perusakan secara fisik. Tapi hasil dari dari tindakan membalas sikap Singapura itu tidak sepadan dengan rusaknya reputasi Indonesia di mata internasional.

Lebih baik Indonesia ”membalas” dengan cara elegan: bagaimana bisa melakukan perdagangan dengan negara lain tanpa lewat jasa broker Singapura.

Kelihatannya pemerintah Presiden Prabowo sudah mengarah ke sana. Jangan sampai dikotori oleh langkah-langkah emosional.

Berdagang tanpa lewat broker Singapura pun tidak usah diniatkan untuk menghajar Singapura. Untuk apa. Hanya bikin sakit hati orang lain. Cukuplah niatnya suci: murni mencari nilai tambah sebanyak-banyaknya untuk kepentingan diri sendiri.

Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) bulan Mei lalu –tepat di hari Kebangkitan Nasional– rasanya untuk itu: agar pemilik kebun kelapa sawit tidak bisa menjual minyak sawitnya ke perusahaan mereka sendiri di Singapura, lalu menjual ke negara lain dengan harga lebih mahal.

Pun para pemilik tambang batu bara dan tambang lainnya.

Harusnya tinggal dua bulan lagi masa transisi PT DSI berakhir. Tanggal 1 Januari 2027 seluruh ekspor hasil bumi harus lewat DSI –kalau jadi.

Mungkin Singapura tidak hanya perlu bergegas membangun nuklir, tapi juga membangun kabel bawah laut baru dari Singapura ke Australia lewat Filipina dan Papua Nugini. Semoga tidak ada konflik masa depan dengan Filipina.

Atau dari Singapura, Sri Lanka, Australia. Jauh sekali tapi lebih aman –asal tidak ada konflik masa depan dengan Sri Lanka.

Jepang tidak punya persoalan itu. Antara Jepang-Amerika digelar banyak sekali kabel bawah laut –melewati Samudera Pasifik– mampir di Hawaii. Pun antara Korea Selatan-Amerika. Juga antara Australia-Amerika.

Bagi Singapura ada gangguan di Banten pun sebenarnya bukan persoalan besar: Singapura-Australia bisa dialihkan lewat Hong Kong-Jepang-Hawaii-Australia. Atau kalau mau lebih dekat: Singapura, Filipina, Hawaii, Australia.

Jarak, bagi kabel optik sama sekali bukan masalah.

Rukun ternyata lebih murah dari pada tidak rukun. (Dahlan Iskan)

Berita Terkait.

Disway

Lama Profesor

Rabu, 4 November 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hati Robot

Senin, 2 November 2026 - 08:00
disway
Disway

Misteri 3060

Minggu, 1 November 2026 - 08:00
Panda Dimsum
Disway

Djauhari Irawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Gas Asap

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Datuk Low

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

piala
Olahraga

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 3 November 2026 - 23:23

INDOPOSCO.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengundur jadwal penyelenggaraan Piala Asia 2027. Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada...

SelengkapnyaDetails
noc

2 Atlet Muda Wafat di Porprov Jateng, NOC Indonesia: Tak Ada Medali Seharga Nyawa

Selasa, 3 November 2026 - 21:21
sty

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Selasa, 3 November 2026 - 16:26
Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Senin, 2 November 2026 - 21:22
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    2896 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1870 shares
    Share 748 Tweet 468
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.