INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta di kawasan Pantai Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Kehadiran masjid yang berdiri di atas laut ini diharapkan menjadi destinasi wisata religi baru sekaligus ikon kebanggaan Ibu Kota.
Masjid Apung An-Nur tidak sekadar menjadi fasilitas ibadah bagi umat Islam.
Bangunan tersebut juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pendidikan, pembinaan umat, serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Pramono menilai, kehadiran fasilitas keagamaan di kawasan wisata merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif, humanis, dan memberikan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Selain memperkuat kehidupan keagamaan, masjid ini mampu memperkaya pengalaman wisata masyarakat yang berkunjung ke Ancol. Perpaduan antara kegiatan rekreasi dan ibadah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ungkap Pramono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2026).
Diketahui, Masjid Apung An-Nur Jakarta berdiri di atas laut kawasan Pantai Ancol dengan luas bangunan mencapai 2.241 meter persegi. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan mengusung konsep bahtera kapal yang merepresentasikan kekayaan maritim Indonesia.
Konsep arsitektur tersebut diwujudkan melalui tiga elemen utama, yakni badan kapal, layar kapal, dan tiang-tiang kapal. Secara keseluruhan, bangunan masjid dianalogikan sebagai bahtera besar yang membawa dan menyebarkan syiar Islam.
Sementara itu, siluet denah bangunan menggambarkan bentuk bulan dan bintang yang identik dengan simbol Islam. Dasar bangunan yang merepresentasikan bintang memiliki lima sudut, terinspirasi dari lima rukun Islam.
Komposisi bangunan dibagi menjadi lima bagian sebagai simbol lima waktu salat dalam sehari. Konsep tersebut menjadikan unsur arsitektur tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna religius.
Pembangunan Masjid Apung An-Nur dimulai pada 1 Mei 2024 dan rampung pada 29 Juli 2026. Masjid yang berada di area pengelolaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tersebut memiliki kapasitas 600 jamaah di ruang utama, terdiri dari 460 jamaah laki-laki dan 140 jamaah perempuan. Selain itu, tersedia area plaza yang dapat menampung 300 jamaah. Dengan demikian, total kapasitas masjid mencapai 900 jamaah.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, manajemen Ancol memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati Masjid Apung An-Nur sekaligus melaksanakan ibadah tanpa dikenakan tiket masuk orang ke kawasan Ancol selama periode tertentu.
Program akses gratis tersebut berlaku mulai 16 hingga 31 Oktober 2026, pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, melalui Pintu Gerbang Utama Ancol. Namun, fasilitas gratis ini hanya berlaku untuk tiket masuk orang dan tidak mencakup tiket kendaraan maupun tiket unit rekreasi lainnya. Pengunjung juga diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi Ancol.
Bagi masyarakat yang melakukan reservasi melalui situs tersebut, tersedia pula voucher diskon untuk layanan makanan dan minuman (food and beverage/FnB) di kawasan Ancol. Informasi lebih lanjut mengenai kunjungan dan reservasi dapat diakses melalui situs resmi www.ancol.com.
Kehadiran Masjid Apung An-Nur menjadi bagian dari komitmen Ancol dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi pengunjung. Lebih dari sekadar menyediakan tempat ibadah, fasilitas ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara masyarakat, wisatawan, dan lingkungan sekitar.
Sebagai salah satu BUMD strategis milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ancol diharapkan terus mengembangkan kawasan wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualitas ruang publik, penguatan kehidupan sosial, dukungan terhadap ekonomi kreatif dan budaya, serta kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Jakarta. (srv)

















