INDOPOSCO.ID – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pengelolaan data terintegrasi menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas pengambilan keputusan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
PT Metra-Net (Metranet), anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi berbasis big data dan AI, mendukung upaya tersebut melalui layanan Managed Operation Service Big Data di Pusat Teknologi Informasi (Pustekinfo) Sekretariat Jenderal DPR RI.
Layanan yang berjalan sejak 2023 itu dirancang untuk membantu optimalisasi pemanfaatan data dalam menunjang pelaksanaan fungsi legislasi. Beroperasi di Command Center DPR RI, layanan tersebut mengintegrasikan pengelolaan big data, analitik media sosial, teknologi AI, serta executive dashboard untuk berbagai komisi di DPR RI.
Kepala Bidang Tata Kelola dan Infrastruktur Teknologi Informasi (TKTI) Pustekinfo Setjen DPR RI Rahayu Yuni Susanti mengatakan, kehadiran sistem ini diharapkan dapat membantu anggota dewan memperoleh informasi yang relevan, akurat, dan mudah ditelaah sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan tugas kelembagaan, termasuk saat rapat komisi maupun rapat paripurna.
“Dukungan analisis data ini menjadi bagian dari upaya mendorong proses pembahasan yang lebih terarah dengan memanfaatkan informasi yang tersedia secara terintegrasi,” ujar Rahayu dalam keterangan, Senin (26/10/2026)
Ia mengapresiasi dukungan Metranet dalam pelaksanaan layanan tersebut. Menurut Rahayu, koordinasi dan implementasi yang terjalin membantu pelaksanaan proyek berjalan lebih terarah dan efektif. “Koordinasi dan proses implementasi menjadi lebih terarah dan efektif, sehingga membantu menjaga kelancaran serta pencapaian target proyek,” ujar Rahayu.
Dia menilai, kolaborasi antara penyedia layanan teknologi dan institusi pengguna menjadi aspek penting dalam pelaksanaan proyek digital berskala besar. Sinergi tersebut juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan implementasi dan memastikan layanan mampu menjawab kebutuhan operasional institusi.
Sementara itu, Direktur Bisnis Metranet Faisal Yusuf mengatakan, pemanfaatan teknologi digital di sektor pemerintahan perlu ditopang pengelolaan layanan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.
“Melalui Managed Operation Service Big Data, Metranet berupaya menghadirkan dukungan teknologi yang membantu DPR RI mengoptimalkan pemanfaatan data untuk kebutuhan kelembagaan. Bagi kami, kolaborasi ini juga merupakan bagian dari komitmen untuk menjadi mitra teknologi digital yang dapat diandalkan dalam mendukung transformasi layanan pemerintahan,” ujar Faisal.
Dia menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya Metranet mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintahan melalui penyediaan solusi teknologi yang menunjang proses kerja kelembagaan.
Pemanfaatan teknologi digital juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam konteks tersebut, dikatakan dia, integrasi data dan pemanfaatan AI menjadi elemen pendukung bagi institusi publik untuk mengembangkan proses kerja yang semakin terhubung dan berbasis data.
“Kerja sama dengan DPR RI sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi teknologi informasi business to business (B2B) berbasis big data dan AI,” ungkapnya. (nas)

















