INDOPOSCO.ID – Transformasi digital di sektor pendidikan terus didorong melalui pengembangan sistem yang terintegrasi, mulai dari penerimaan peserta didik baru hingga proses pembelajaran. PT Metra-Net (Metranet) bersama PT Jalin Mayantara Indonesia (Jayantara) memperkuat langkah tersebut dengan menghadirkan lima solusi digital untuk mendukung efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan di Indonesia.
Kolaborasi strategis kedua perusahaan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Bisnis Metranet Faisal Yusuf dan Direktur Jayantara Rakhmat Farunuddin pada 7 Oktober 2026 lalu.
Kerja sama ini menjadi upaya menggabungkan kapabilitas dan portofolio produk digital kedua perusahaan guna mendukung transformasi pendidikan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.
Metranet, anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi (IT solution) berbasis big data dan artificial intelligence (AI), memandang digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menerapkan teknologi secara terpisah. Keterhubungan berbagai proses dalam ekosistem pendidikan juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas layanan.
Mulai dari penerimaan peserta didik, pengelolaan operasional sekolah, manajemen kehadiran, hingga penyelenggaraan pembelajaran digital, seluruh proses tersebut membutuhkan dukungan sistem yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Direktur Bisnis Metranet Faisal Yusuf mengatakan, kolaborasi dengan Jayantara merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital nasional, termasuk di sektor pendidikan.
“Sinergi bersama Jayantara memungkinkan kami membawa solusi digital yang lebih komprehensif, efisien, dan mudah diakses oleh berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Kami yakin portofolio ini dapat menjawab tantangan digitalisasi pendidikan secara berkelanjutan,” ujar Faisal dalam keterangan, Senin (26/10/2026).
Dalam kerja sama tersebut, terdapat lima solusi digital yang ditawarkan untuk menjawab kebutuhan berbagai institusi pendidikan. Pertama, SPMB Online, yakni sistem penerimaan mahasiswa dan peserta didik baru secara daring dan terintegrasi. Solusi ini mendukung proses penerimaan yang lebih praktis dan terorganisasi.
Kedua, Posgram + ASIQ, layanan pendukung operasional sekolah yang dilengkapi sistem informasi manajemen terpadu. Solusi ini ditujukan untuk membantu pengelolaan aktivitas operasional lembaga pendidikan.
Ketiga, Masook Pendidikan, platform presensi dan manajemen kehadiran digital berbasis biometrik. Teknologi ini mendukung pencatatan kehadiran secara digital dalam pengelolaan aktivitas pendidikan.
Keempat, SIMDIO, Sistem Informasi Manajemen untuk sekolah dan lembaga pendidikan. Sistem ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan administrasi dan kebutuhan manajemen institusi.
Kelima, LMSDIO, atau Learning Management System (LMS), yang dirancang untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital. Kelima solusi tersebut mencakup berbagai kebutuhan pendidikan, baik dari sisi administrasi maupun pembelajaran.
Faisal mengatakan, implementasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi mampu meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif.
“Selain memperkuat pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas bagi kedua perusahaan,” katanya.
“Penggabungan portofolio dan kapabilitas masing-masing pihak diharapkan memperluas jangkauan layanan digital kepada lembaga pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.
Bagi Metranet, masih ujar dia, kemitraan ini sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai penyedia solusi teknologi digital untuk segmen business to business (B2B). Melalui kolaborasi strategis dan pengembangan portofolio yang relevan, Metranet terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas layanan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
“Sinergi Metranet dan Jayantara menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin terhubung, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi digital,” ujarnya. (nas)

















