INDOPOSCO.ID – Desa-desa di berbagai wilayah Indonesia kini menggantungkan asa yang tinggi pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kehadiran koperasi ini digadang untuk tujuan besar menggerakkan roda perekonomian desa, menjadi agregator dan akselerator usaha warga, memperpendek rantai distribusi serta memutus rantai tengkulak, hingga menggali potensi desa untuk kemakmuran masyarakat.
Di Kabupaten Banyuwangi, Desa Kedung Asri di Kecamatan Tegaldlimo menjadi salah satu wilayah yang mengharapkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat segera beroperasi.
Kepala Desa Kedung Asri, Sunaryo, sudah membayangkan dampak nyata KDMP karena wilayahnya memiliki total luas 1.300 hektar yang terdiri atas 500 hektar pemukiman serta perkebunan, dan 800 hektar lahan pertanian produktif.
Dengan luas wilayah dan kekayaan produksi tersebut, Kades Sunaryo menilai sangat strategis untuk disinergikan dengan berbagai elemen komunitas. Mulai dari kelompok tani hutan, kelompok pertanian, hingga kelompok masyarakat pengelola UMKM, semuanya diharapkan dapat berkolaborasi demi kesejahteraan warga desa.
Meskipun saat ini anggota KDMP Kedung Asri baru berjumlah 20 orang, ia optimistis seluruh warga desa yang mencapai 3.000 KK atau 7.000 jiwa akan sukarela bergabung. Syaratnya, koperasi telah beroperasi terlebih dahulu dan terbukti memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Sunaryo menyatakan kesiapannya karena sarana dan prasarana koperasi sudah tersedia serta lolos tahapan verifikasi dan validasi. Selain ketersediaan gedung dan fasilitas penunjang, KDMP Kedung Asri juga telah menerima penempatan manajer guna memperkuat pengelolaan serta pengembangan usaha koperasi.
Cerita lain datang dari Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, di mana Ketua KDMP Benculuk, Muhammad, memaparkan kesiapan sarana dan prasarana koperasinya. Mulai dari truk, kendaraan roda tiga, CCTV, hingga pendingin ruangan atau AC telah disiapkan dengan baik.
Kendati demikian, pengoperasian KDMP Benculuk masih terkendala oleh belum tuntasnya verifikasi dan validasi seluruh gedung, sarana, prasarana, serta kelengkapannya.
Muhammad berharap proses verval tersebut dapat segera mengevaluasi teknis bangunan sesuai dengan perencanaan awal.
Di tengah situasi tersebut, semangat para pengurus untuk segera mengoperasikan koperasi tetap sangat kuat demi membuktikan dampaknya bagi masyarakat. Mereka bahkan rela bekerja secara swadaya tanpa gaji dan hanya mengandalkan Sisa Hasil Usaha (SHU) demi fokus menunjukkan manfaat kehadiran koperasi.
”Harapan kami adalah segera dilakukan pengoperasian KDMP Benculuk agar kami bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa program negara ini baik,” tegas Muhammad menutup keterangannya. (srv)

















