INDOPOSCO.ID – Tiga pekerja PT Pertamina (Persero) menerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya Tahun 2026 sebagai pengakuan atas kontribusi dan pengabdian mereka di sektor energi. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh Perwira Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan, dan mendukung pembangunan nasional.
Penganugerahan berlangsung di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (23/10/2026). Tanda kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas kontribusi nyata para pekerja Pertamina dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor energi. Capaian itu sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan energi bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi pengabdian para Perwira yang menerima tanda kehormatan ini. Bagi kami, penghargaan menjadi pengingat untuk terus bekerja dengan tanggung jawab, mendengar kebutuhan masyarakat, dan memperbaiki pelayanan,” ujar Baron dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Salah satu penerima penghargaan adalah Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream, yang memperoleh Satyalancana Pembangunan. Tanda kehormatan ini diberikan kepada warga negara Indonesia yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan nasional, baik secara umum maupun pada bidang tertentu.
Sementara itu, dua pekerja Pertamina menerima Satyalancana Wira Karya, yakni Andry, General Manager Zona 13 PT Pertamina EP Cepu, Regional 4–Indonesia Timur, Subholding Upstream, serta Mulyono, Section Head Utilities RFCC Refinery Unit Cilacap PT Pertamina Patra Niaga. Penghargaan tersebut diberikan atas darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
Ketiga penerima menjalankan tugas di bidang pemasaran, operasi hulu minyak dan gas bumi (migas), serta pengolahan. Ketiga bidang tersebut memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung ketersediaan dan penyaluran energi nasional, dengan melibatkan pekerja serta mitra operasional di berbagai wilayah Indonesia.
Baron menegaskan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian individu, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sebagai perusahaan energi nasional milik negara, Pertamina memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasional dan pelayanan berjalan dengan baik.
“Kami memahami bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah energi yang tersedia saat diperlukan dan pelayanan yang baik. Karena itu, seluruh jajaran perlu terus memperkuat koordinasi, menindaklanjuti kendala di lapangan, dan memastikan setiap perbaikan dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Untuk mendukung tanggung jawab tersebut, Pertamina terus memperkuat kompetensi pekerja, penerapan keselamatan kerja, serta koordinasi operasional guna menjaga kelancaran pasokan dan layanan energi. Pengabdian para penerima tanda kehormatan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pekerja untuk mempertahankan kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (srv)

















