• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Sulap Sampah Organik Jadi Cuan, Warga Cipayung di Jaktim Dibekali Budidaya Maggot

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:09
in Megapolitan
Tim PkM UT bekali masyarakat di Cipayung pengolahan limbah organik untuk budidaya Maggot. Foto: Dok UT

Tim PkM UT bekali masyarakat di Cipayung pengolahan limbah organik untuk budidaya Maggot. Foto: Dok UT

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sampah dapur yang selama ini menjadi persoalan lingkungan ternyata bisa diubah menjadi sumber penghasilan. Melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), Universitas Terbuka (UT) mendorong warga RW 04 Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), mengolah sampah organik menjadi pakan ternak bernilai ekonomi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Tim Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UT tersebut mengintegrasikan dua persoalan yang dihadapi permukiman padat perkotaan, yakni kerawanan bencana dan pengelolaan sampah organik rumah tangga.

BacaJuga:

Asap Karhutla Terdeteksi di Jakarta, Rano Karno Serukan Masker dan Water Mist

Gelar Musprov VII di Lebak, KADIN Banten Dorong Pemerataan Ekonomi dan Penguatan UMKM

Ceritakan Asal-usul Namu Balai Kota, Rano Karno Ulas Filosofi Rumah Betawi

Di kawasan dengan gang-gang sempit dan bangunan yang saling berhimpitan, kebakaran menjadi ancaman serius. Di sisi lain, sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Melihat kondisi tersebut, Tim PkM UT menghadirkan pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat melalui penyusunan peta mitigasi bencana secara partisipatif dan pelatihan budidaya maggot BSF. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Dalam pelatihan budidaya maggot, UT menghadirkan Umar Hamzah, praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan budidaya larva BSF.

Maggot BSF dikenal memiliki kemampuan mengurai limbah organik dengan cepat. Larva ini juga mengandung protein sekitar 40–48 persen dan lemak 25–32 persen sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan ikan.

“Dengan pengelolaan yang tepat, hasil budidaya dapat dijual atau diolah menjadi tepung pakan untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri,” ungkap Umar dalam keterangan, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, siklus budidayanya pun relatif singkat. Telur menetas dalam waktu sekitar tiga hari, dilanjutkan fase larva selama kurang lebih 15 hari. Dengan tahapan pembesaran yang sesuai, maggot dapat dipanen sekitar hari ke-20.

“Dengan kandang berukuran 2 x 7 meter yang dibangun menggunakan rangka kayu, waring hijau, dan atap plastik UV disebut mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram maggot dalam satu siklus produksi,” ujarnya.

Potensi tersebut, menurutnya, membuka peluang bagi warga untuk memulai usaha dari skala kecil, termasuk memanfaatkan pekarangan terbatas atau area atap rumah dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan budidaya.

“Maggot BSF adalah solusi yang selama ini ada di depan mata tapi tidak pernah dilihat. Limbah dapur yang selama ini menjadi masalah bisa menjadi aset. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, saya bisa membuktikan bahwa ini bukan teori, ini praktik nyata yang bisa dijalankan siapa saja,” kata Umar.

Ketua Tim PkM PWK UT Mirza Permana menyerahkan alat pencacah pakan maggot kepada pengurus wilayah RW 04. Peralatan tersebut diharapkan membantu mempercepat proses pengolahan limbah organik menjadi media budidaya.

Mirza juga mengatakan, pada kesempatan tersebut tim juga menyerahkan peta rencana infrastruktur mitigasi bencana yang disusun melalui proses diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) bersama warga.

“Warga dilibatkan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan, menyepakati jalur evakuasi, serta menentukan lokasi penempatan alat pemadam api ringan (APAR),” katanya.

Dengan pendekatan ini, menurutnya, peta mitigasi tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi panduan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan pengetahuan masyarakat setempat. “Kami tidak datang dengan jawaban yang sudah jadi. Kami datang dengan proses,” ujar Mirza.

“Peta ini adalah hasil dari warga yang duduk bersama, menunjuk gang mana yang paling berbahaya, dan merencanakan sendiri bagaimana mereka akan selamat jika situasi atau bencana datang mengancam,” sambung Mirza.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan permukiman, terutama di kawasan padat yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan akses penanganan darurat.

Ia menuturkan, program di RW 04 Kelurahan Cipayung tersebut menjadi salah satu upaya UT mengintegrasikan mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kegiatan berbasis komunitas.

Ia menambahkan, pendekatan ini juga berpotensi direplikasi di kawasan permukiman padat lainnya di Jakarta maupun kota-kota besar di Indonesia yang menghadapi persoalan serupa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda riset dan pengabdian jangka panjang PWK UT bertema Penguatan Resiliensi Permukiman Padat Perkotaan melalui Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dan Perencanaan Partisipatif Kampung Kota.

“Melalui program ini kami mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam merancang solusi bagi lingkungannya sendiri,” ungkapnya.

“Sehingga upaya menciptakan kampung yang lebih aman dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan sampah yang lebih produktif dan peluang ekonomi baru bagi warga,” imbuhnya. (nas)

Caption:
Tim PkM UT bekali masyarakat di Cipayung pengolahan limbah organik untuk budidaya Maggot. Foto: Dok UT

Tags: Maggot BSFProgram Studi Perencanaan Wilayah dan Kotauniversitas terbuka

Berita Terkait.

Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru bagi Generasi Muda di Desa
Megapolitan

Asap Karhutla Terdeteksi di Jakarta, Rano Karno Serukan Masker dan Water Mist

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:01
Mochamad-Azzari-Jayabaya
Megapolitan

Gelar Musprov VII di Lebak, KADIN Banten Dorong Pemerataan Ekonomi dan Penguatan UMKM

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:06
Rano-karno
Megapolitan

Ceritakan Asal-usul Namu Balai Kota, Rano Karno Ulas Filosofi Rumah Betawi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:04
Cerah
Megapolitan

Prakiraan Cuaca di Jakarta, Akhir Pekan Ini Didominasi Cerah dan Sebagian Berawan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20
Korlantas Polri Gelar Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jaksel
Megapolitan

Korlantas Polri Gelar Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jaksel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:37
ambon
Megapolitan

Usai Operasi Kampung Ambon, Polisi Amankan 8 Orang di Cengkareng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:11

OLAHRAGA

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen
Olahraga

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Editor Laurens Dami
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59

INDOPOSCO.ID - Persija Jakarta akan menghadapi Persita pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10/2026)...

SelengkapnyaDetails
gp

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2278 shares
    Share 911 Tweet 570
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1283 shares
    Share 513 Tweet 321
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.