INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat kolaborasi dengan media melalui pemberian apresiasi kepada para pewarta yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas mengenai energi dan industri hulu minyak dan gas (migas).
Apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian Bincang Asik Soal Migas ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Khusus yang digelar di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi puncak Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026, yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya.
Mengusung tema “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa”, APEKA 2026 menjadi ruang apresiasi bagi karya jurnalistik yang mengangkat peran sektor hulu migas di Kalimantan. PHI mendorong wartawan untuk menghadirkan perspektif yang informatif mengenai proses produksi dan pengelolaan energi hingga kontribusinya bagi masyarakat dan ketahanan energi nasional.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan media memiliki peran strategis sebagai mitra perusahaan dalam membangun pemahaman publik yang akurat dan berimbang mengenai PHI serta industri hulu migas.
Menurutnya, media tidak hanya berperan menyampaikan informasi mengenai perusahaan dan perkembangan industri, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai peran energi dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan nasional.
“Di tengah dinamika industri serta tantangan operasional, finansial, dan bisnis yang dihadapi perusahaan, media menjadi sarana edukasi publik yang efektif untuk membangun pemahaman dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, terhadap industri hulu migas nasional,” ujar Dony.
Ia menambahkan, karya jurnalistik yang dihasilkan wartawan turut memberikan perspektif yang lebih luas kepada masyarakat mengenai proses energi, mulai dari eksplorasi, produksi, pengelolaan hingga distribusi.
“Melalui karya jurnalistik, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana energi dieksplorasi, diproduksi, dikelola, dan didistribusikan sehingga memberikan manfaat bagi kebutuhan energi masyarakat dan ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Chairman Energy and Mining Editor Society (E2S), Azis Husain, menilai peran jurnalis semakin penting di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi dan berpotensi menyesatkan publik.
Menurutnya, jurnalis memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sebagai jurnalis, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di tengah dinamika dan transformasi media saat ini. Kami mengapresiasi PHI dan rekan-rekan PR perusahaan yang selalu terbuka memberikan informasi, serta rutin mengadakan kegiatan seperti BASO IGA PHI ini sehingga relasi antara media dan PHI semakin erat dan dekat,” kata Azis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang meraih penghargaan APEKA 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi wartawan untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga penghargaan ini semakin memotivasi rekan-rekan jurnalis untuk terus menghasilkan karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, stakeholder PHI, maupun Pertamina,” tuturnya.
Dalam APEKA 2026 untuk wilayah Jakarta, PHI memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori. Pada kategori Karya Teraktif, penghargaan diberikan kepada Godang Sitompul dari Ruang Energi dan Ali Rachman dari Indoposco.
Untuk kategori Media Cetak, Ahmad Nabhani dari Harian Ekonomi Neraca meraih Juara 1, sedangkan Fazry dari Rakyat Merdeka meraih Juara 2. Sementara pada kategori Media Online, Whisnu Bagus Prasetyo dari Investortrust.id meraih Juara 1 dan Rio Indrawan dari Dunia Energi sebagai Juara 2.

Selain apresiasi jurnalistik, BASO IGA PHI Edisi Khusus juga menjadi forum untuk memperkuat pemahaman media mengenai tata kelola perusahaan. Pada kesempatan tersebut, Abi Muhammad Nugraha dari Tim Compliance PHI memaparkan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola dan integritas dalam setiap proses bisnis.
Abi menjelaskan, PHI menerapkan SNI ISO 37001:2016 untuk mendorong budaya integritas sekaligus mencegah praktik penyuapan. Implementasi tersebut antara lain diwujudkan melalui prinsip 4 No’s, yakni No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality.
“Melalui penerapan SNI ISO 37001:2016, kami terus mendorong budaya integritas dengan tidak mentoleransi segala bentuk penyuapan, menerapkan prinsip 4 No’s, yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality, serta memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan SMAP bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pekerja dan pemangku kepentingan. Upaya tersebut mencakup pencegahan potensi penyuapan dan konflik kepentingan, pelaksanaan due diligence, hingga perlindungan terhadap pelapor dugaan pelanggaran.
Melalui BASO IGA PHI dan APEKA 2026, PHI terus mendorong komunikasi dan kolaborasi dengan media. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi publik mengenai peran industri hulu migas, khususnya kontribusi energi dari Kalimantan, dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional. (rmn)



















