• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ada Ketimpangan, DPD RI: Pendidikan Tinggi Harus Merata hingga Daerah 3T

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 10 September 2026 - 15:30
in Nasional
Ilustrasi mahasiswa tengah menunjukkan hasil riset inovasi. Foto: Dok INDOPOSCO

Ilustrasi mahasiswa tengah menunjukkan hasil riset inovasi. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

Presiden PKS Dorong Budaya Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Karbon Jadi Senjata Baru Industri Nikel, Pemerintah Dorong Skema Cap-and-Trade

Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Konkret Perkuat Ekonomi Kawasan

INDOPOSCO.ID – Pendidikan tinggi harus merata hingga pelosok tanah air, khususnya wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma dalam keterangan, Kamis (10/9/2026).

Ia menilai, pemerintah perlu memperkuat kebijakan afirmasi, agar anak-anak di daerah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas.

“Pemerataan pendidikan tinggi menjadi salah satu syarat penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Jadi harus merata hingga daerah 3T,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan kualitas generasi muda melalui pendidikan tinggi, penguasaan teknologi, riset dan inovasi tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar.

“Kita tidak dapat menggunakan ukuran dan formula yang sama secara nasional, misalnya perguruan tinggi di Jakarta dengan perguruan tinggi di wilayah pegunungan, kepulauan, perbatasan dan daerah 3T,” ungkapnya.

“Kondisi ekonomi, sosial dan geografis harus menjadi variabel utama dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional,” sambung Filep.

Dia menuturkan, ketimpangan akses pendidikan tinggi masih terlihat jelas. Berdasarkan data BPS, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi secara nasional pada 2025 mencapai 32,89 persen.

Namun, lanjutnya, angka tersebut jauh berbeda dengan sejumlah wilayah di Papua. APK perguruan tinggi di Papua Pegunungan tercatat sekitar 13,34 persen, Papua Tengah 13,62 persen, Papua Selatan 24,15 persen, dan Papua Barat 27,99 persen.

Menurut Filep, persoalan akses pendidikan tinggi di wilayah 3T semakin berat karena masyarakat juga menghadapi kemiskinan dan tingginya biaya akibat kondisi geografis.

Dia mencontohkan Papua Tengah. Tingkat kemiskinan di wilayah tersebut pada September 2025 mencapai 29,45 persen. Kondisi itu membuat mahasiswa membutuhkan biaya yang tidak hanya untuk membayar pendidikan, tetapi juga transportasi, tempat tinggal, makanan, internet hingga kebutuhan akademik lainnya.

Filep menegaskan, kebijakan afirmasi untuk perguruan tinggi di daerah tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemberian beasiswa kepada mahasiswa.

Afirmasi, dikatakan dia, harus menyentuh penguatan institusi pendidikan. Mulai pembangunan laboratorium, perpustakaan, ruang kuliah, asrama mahasiswa, fasilitas riset, jaringan internet, pusat inovasi hingga sarana pembelajaran digital.

“Perguruan tinggi di daerah yang diminta memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) agar kualitas lulusan setara dengan lulusan di kota-kota besar masih menghadapi kendala sarana-prasarana, kemampuan fiskal, akses teknologi juga kondisi geografisnya yang sangat berbeda,” terangnya.

“Maka penguatan afirmasi dibutuhkan guna memperkecil kesenjangan tersebut,” imbuhnya.

Dia menambahkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) harus mengevaluasi sistem dukungan pendidikan tinggi. Menurut Filep, formula pembiayaan tidak seharusnya hanya bertumpu pada jumlah mahasiswa atau indikator administratif. (nas)

Tags: Daerah 3Tdpd riPapuapendidikan tinggi

Berita Terkait.

Presiden PKS Dorong Budaya Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Nasional

Presiden PKS Dorong Budaya Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Kamis, 10 September 2026 - 17:36
Karbon Jadi Senjata Baru Industri Nikel, Pemerintah Dorong Skema Cap-and-Trade
Nasional

Karbon Jadi Senjata Baru Industri Nikel, Pemerintah Dorong Skema Cap-and-Trade

Kamis, 10 September 2026 - 17:03
tito
Nasional

Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Konkret Perkuat Ekonomi Kawasan

Kamis, 10 September 2026 - 11:21
buruh
Nasional

93 Juta Pekerja Indonesia di Sektor Informal, DPR RI: Berpotensi Masa Tua Tanpa Perlindungan

Kamis, 10 September 2026 - 11:11
Baznas
Nasional

Baznas Buka Jalan Pendidikan bagi 200 Mahasiswa Palestina, Rp22 Miliar Disiapkan

Kamis, 10 September 2026 - 08:45
ari
Nasional

62,5 Persen Lulusan UAG Sudah Bekerja, Talenta Halal dan Sekolah Rakyat Diperkuat

Kamis, 10 September 2026 - 08:30

OLAHRAGA

lc
Olahraga

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 10 September 2026 - 10:50

INDOPOSCO.ID – Liga Champions 2026/2027 langsung menyajikan pesta gol dan drama pada matchday pertama fase liga. Paris Saint-Germain (PSG) dan...

SelengkapnyaDetails
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07
wo

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 06:06
bowo

Rela Bertanding saat Cedera Rusuk, Prabowo Minta Semangat Atlet Equestrian Dicontoh

Kamis, 10 September 2026 - 05:05

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.