INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan keberhasilan Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 tidak sekadar diukur dari kenaikan posisi dalam peringkat antarnegara. Hal yang lebih penting adalah semakin kuatnya kemampuan murid dalam bernalar, memecahkan masalah, serta memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat.
“Bukan sekadar naiknya posisi Indonesia di dalam peringkat PISA, melainkan semakin kuatnya kemampuan murid kita di dalam bernalar, memecahkan masalah dan juga belajar sepanjang hayat,” ujar Kepala Badan Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen Prof Toni Toharudin di temu media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Dia mengatakan, hasil PISA perlu dicermati secara utuh dan tidak hanya melihat angka maupun tabel peringkat antarnegara, daerah, ataupun sekolah.
PISA memberikan gambaran mengenai kemampuan murid berusia 15 tahun dalam tiga bidang utama, yakni membaca, matematika, dan sains. Penilaian tersebut tidak hanya mengukur penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan murid memahami, menggunakan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan.
Karena itu, lanjutnya, setiap capaian PISA memiliki konteks yang perlu diperhatikan. Mulai dari perluasan akses pendidikan, keragaman latar belakang murid, hingga kondisi pembelajaran di sekolah.
“Kami mengajak media ataupun publik untuk tidak menjadikan hasil PISA ini sebagai perlombaan yang bisa menimbulkan sesuatu yang negatif,” katanya.
Menurut dia, hal yang jauh lebih penting adalah memahami apa yang telah membaik, tantangan yang masih dihadapi, serta langkah konkret yang harus dilakukan secara bersama-sama untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Dia menambahkan, hasil PISA 2025 menunjukkan arah kebijakan Kemendikdasmen telah berada di jalur yang tepat. Berbagai program prioritas dan strategi peningkatan mutu pendidikan yang sedang dijalankan dinilai selaras dengan upaya memperkuat kompetensi murid.
Program tersebut, masih ujar dia, antara lain penguatan kompetensi guru, implementasi pembelajaran mendalam, serta penguatan literasi, numerasi, dan sains. Pemerintah juga mendorong pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (AI), penyempurnaan PKA dan Asesmen Nasional, serta penjaminan mutu pendidikan berbasis data.
“Jadi berbagai program-program yang sedang bergulir, program prioritas dan juga strategi peningkatan mutu yang memang sedang dijalankan, terutama dari sisi penguatan kompetensi guru, kemudian implementasi pembelajaran mendalam, penguatan literasi, numerasi, dan sains,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan dia, hasil PISA 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut dalam memperkuat mutu pendidikan nasional. Langkah tersebut tidak hanya dilakukan Kemendikdasmen, tetapi juga bersama Kementerian Agama (Kemenag).
“Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan makna di balik berbagai temuannya serta langkah apa, follow up atau tindak lanjut dari hasil ini yang akan dilakukan oleh kita, baik Kementerian Pendidikan Dasar Menengah maupun Kementerian Agama, di dalam memperkuat mutu pendidikan di tanah air kita,” katanya.
Ia menambahkan, dengan demikian, hasil PISA diharapkan tidak berhenti pada pencapaian angka atau posisi Indonesia dalam pemeringkatan global. Pemerintah ingin hasil asesmen tersebut menjadi pijakan untuk memperbaiki pembelajaran sekaligus memperkuat kemampuan murid menghadapi berbagai persoalan di kehidupan nyata.
Diketahui, hasil PISA Indonesia 2025 di domain sains skor 389 peringkat 73 dari 91. Domain membaca skor 365 peringkat 74 dari 90 dan domain matematika skor 364 peringkat 78 dari 90 negara. (nas)























