• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Murid Indonesia Naik Kelas, PISA 2025 Ungkap Kemampuan Bernalar Siswa

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 8 September 2026 - 18:04
in Nasional
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen Rahmawati (kanan). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen Rahmawati (kanan). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

Kepala BNPB Tinjau Karhutla Gunung Arjuno-Welirang dari Udara, Hujan Mulai Turun

Jaga Kepercayaan Publik, LPDB Koperasi Benahi Sinkronisasi Data Keuangan

22 Ribu Hektare Lahan di Indonesia Masih Terbakar

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan keberhasilan Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 tidak sekadar diukur dari kenaikan posisi dalam peringkat antarnegara. Hal yang lebih penting adalah semakin kuatnya kemampuan murid dalam bernalar, memecahkan masalah, serta memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Bukan sekadar naiknya posisi Indonesia di dalam peringkat PISA, melainkan semakin kuatnya kemampuan murid kita di dalam bernalar, memecahkan masalah dan juga belajar sepanjang hayat,” ujar Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen Rahmawati saat temu media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, PISA 2025 merupakan bagian dari siklus studi yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan. Studi tersebut telah dilaksanakan sejak 2000 dan digelar setiap tiga tahun.

“Target PISA adalah murid berusia 15 tahun. Di Indonesia, kelompok usia tersebut mayoritas berada di kelas IX jenjang SMP dan MTs serta kelas X jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah,” terangnya.

Ia menyebut, pada PISA 2025 sebanyak 91 negara atau ekonomi berpartisipasi. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sepanjang penyelenggaraan PISA sejak 2000, terdiri atas 38 negara anggota OECD dan 53 negara non-OECD.

“Secara global, lebih dari 760 ribu murid terlibat sebagai sampel. Jumlah tersebut mewakili sekitar 33 juta murid berusia 15 tahun,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan PISA dilakukan melalui dua moda, yakni berbasis komputer atau Computer-Based Test (CBT) dan berbasis kertas dan pensil atau Paper-Based Test (PBT). Setiap negara peserta harus menentukan salah satu moda yang digunakan.

“Jadi tidak bisa sebagian sekolah pakai CBT, sebagian sekolah lainnya menggunakan PBT,” jelasnya.

Pemilihan moda tersebut, menurutnya, turut berpengaruh terhadap konstruk soal yang diberikan kepada peserta. Karena itu, soal dalam PISA berbasis CBT dan PBT tidak dapat disebut persis sama karena terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajiannya.

“Selain mengukur kemampuan murid dalam membaca, matematika, dan sains, PISA juga mengumpulkan informasi melalui kuesioner yang diberikan kepada kepala sekolah dan murid,” katanya.

Kuesioner tersebut, masih ujar dia, digunakan untuk memperoleh gambaran lebih luas mengenai latar belakang murid, kebiasaan, persepsi, sikap, serta berbagai faktor lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran.

Pada PISA 2025, ia menambahkan, terdapat pula domain inovatif baru yakni Learning in Digital World. Indonesia, menurutnya, turut mengikuti domain tersebut untuk melihat kemampuan murid dalam menavigasi proses belajar secara mandiri di dunia digital.

“Kemendikdasmen menilai berbagai data tersebut penting untuk memahami hasil PISA secara lebih menyeluruh. Sebab, PISA tidak hanya mengukur penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan murid memahami, menggunakan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan,” ujarnya.

Karena itu, dikatakan dia, hasil PISA diminta tidak hanya dilihat berdasarkan angka maupun tabel peringkat antarnegara, daerah, ataupun sekolah. Setiap capaian harus dibaca dengan mempertimbangkan konteks pendidikan, seperti perluasan akses, keragaman latar belakang murid, dan kondisi pembelajaran.

“Kami mengajak media ataupun publik untuk tidak menjadikan hasil PISA ini sebagai perlombaan yang bisa menimbulkan sesuatu yang negatif,” katanya.

Menurut dia, hal yang lebih penting adalah melihat apa yang telah membaik, tantangan yang masih dihadapi, serta langkah konkret yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hasil PISA 2025 juga, lanjut dia, disebut menunjukkan arah kebijakan Kemendikdasmen telah berada di jalur yang tepat. Berbagai program prioritas dan strategi peningkatan mutu pendidikan yang tengah dijalankan dinilai selaras dengan kebutuhan peningkatan kompetensi murid.

Program tersebut, masih ujar dia, mencakup penguatan kompetensi guru, implementasi pembelajaran mendalam, penguatan literasi, numerasi, dan sains. Pemerintah juga mendorong pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (AI), penyempurnaan PKA dan Asesmen Nasional, serta penjaminan mutu pendidikan berbasis data.

Ia mengatakan, hasil PISA 2025 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan dasar tindak lanjut pemerintah dalam memperkuat mutu pendidikan nasional. Langkah tersebut dilakukan bersama Kemendikdasmen dan Kementerian Agama (Kemenag).

“Jadi pada kesempatan ini kami akan menyampaikan makna di balik berbagai temuannya serta langkah apa, follow up atau tindak lanjut dari hasil ini yang akan dilakukan oleh kita, baik Kementerian Pendidikan Dasar Menengah maupun Kementerian Agama, di dalam memperkuat mutu pendidikan di tanah air kita,” katanya.

Hasil PISA 2025 diharapkan tidak berhenti pada persoalan peringkat Indonesia dalam pemetaan pendidikan global. Lebih dari itu, hasil asesmen menjadi pijakan untuk memperbaiki pembelajaran dan memastikan murid memiliki kemampuan bernalar, memecahkan masalah, serta mampu belajar secara mandiri di tengah perubahan zaman,” imbuhnya.

Diketahui, hasil PISA Indonesia 2025 di domain sains skor 389 peringkat 73 dari 91. Domain membaca skor 365 peringkat 74 dari 90 dan domain matematika skor 364 peringkat 78 dari 90 negara. (nas)

Tags: KemendikdasmenMutu PendidikanPendidikan IndonesiaPISA 2025

Berita Terkait.

gunung
Nasional

Kepala BNPB Tinjau Karhutla Gunung Arjuno-Welirang dari Udara, Hujan Mulai Turun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:06
lpdb
Nasional

Jaga Kepercayaan Publik, LPDB Koperasi Benahi Sinkronisasi Data Keuangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:05
hutan
Nasional

22 Ribu Hektare Lahan di Indonesia Masih Terbakar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:14
isnu
Nasional

ISNU Dorong Diplomasi Kebudayaan, Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Refleksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:02
bmw
Nasional

KPK Sita Mobil Listrik BMW dari Rumah Suami Fadia Arafiq di Semarang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:31
kmenkkop
Nasional

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:01

OLAHRAGA

noc
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1306 shares
    Share 522 Tweet 327
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    876 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.