• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Putusan Banding Kasus Andrie Yunus Disorot, Setara: Impunitas Makin Menguat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 6 September 2026 - 11:32
in Nasional
Andrie Yunus, pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Andrie Yunus, pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Putusan banding Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dalam kasus penyiraman air keras terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Andrie Yunus menuai sorotan. Hukuman terhadap dua anggota TNI yang menjadi terdakwa justru diringankan, sementara pemecatan dari dinas militer dibatalkan.

Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi menilai putusan tersebut menunjukkan negara tidak sungguh-sungguh menghadirkan keadilan bagi korban. Bahkan, proses hukum dalam perkara tersebut dinilai berpotensi menjadi instrumen untuk melanggengkan impunitas.

BacaJuga:

PT Grha Kartika Anugerah Raih Penghargaan Terbaik Ketiga dalam Anugerah Reksa Bandha 2026

22.567 Siswa dan 6.587 Mahasiswa Baru Terima KJP Plus dan KJMU 2026

Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu pada 2027, Ini Respons DPD

“Putusan tersebut memperlihatkan bagaimana proses hukum didesain menjadi instrumen untuk melanggengkan impunitas,” tegas Hendardi dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan Putusan Nomor 56-K/PMT-II/BDG/AL/VI/2026, hukuman Serda Edi Sudarko dikurangi dari tiga tahun menjadi dua tahun enam bulan. Sementara hukuman Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono dipangkas dari dua tahun enam bulan menjadi dua tahun.

Tidak hanya hukuman penjara yang diringankan. Pengadilan juga membatalkan pemecatan terhadap kedua anggota TNI tersebut dari dinas militer.

Hendardi menilai sejak awal pilihan membawa perkara tersebut ke Peradilan Militer sudah problematis. Terlebih, korban merupakan warga sipil yang juga dikenal sebagai pembela HAM.

“Opsi Peradilan Militer dipilih sebagai desain institusional untuk melindungi pelaku dan mereviktimisasi korban,” tuturnya.

Menurut Hendardi, perkara yang korbannya warga sipil, terlebih seorang pembela HAM, semestinya diproses melalui mekanisme peradilan yang independen, transparan, dan dapat dipercaya publik.

Sebaliknya, lanjutnya, membawa kasus tersebut ke ruang Peradilan Militer dinilai memberikan sinyal bahwa negara lebih mengutamakan perlindungan terhadap institusi dibanding memastikan keadilan bagi korban dan masyarakat.

Hendardi mengingatkan, proses penegakan hukum melalui mekanisme Peradilan Umum sebelumnya telah dimulai oleh kepolisian. Namun, proses tersebut kemudian diambil alih melalui intervensi Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sehingga perkara diserahkan ke Peradilan Militer.

“Perubahan jalur penegakan hukum inilah yang sejak awal menimbulkan persoalan serius mengenai independensi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Hendardi menilai ketika aparat diduga melakukan kejahatan terhadap warga sipil, kemudian diperiksa, dituntut, dan diadili oleh sistem internal institusinya sendiri, konflik kepentingan menjadi persoalan yang tidak dapat diabaikan.

Ia juga menyoroti putusan banding yang kembali mengurangi hukuman terhadap para terdakwa. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperkuat keraguan masyarakat terhadap proses hukum dalam perkara Andrie Yunus.

Bagi masyarakat sipil, lanjutnya, persoalan utama dalam penanganan kasus tersebut adalah kredibilitas seluruh mekanisme peradilannya. Peradilan militer secara struktural dinilai menghadirkan persoalan independensi dan akuntabilitas ketika anggota militer diadili oleh sistemnya sendiri.

“Ketika aparat diadili oleh sistemnya sendiri, yang muncul justru risiko kompromi, penyempitan tanggung jawab, dan proteksi institusi,” jelas Hendardi.

Dia tidak mempercayai proses maupun putusan yang dihasilkan melalui mekanisme peradilan dalam kasus Andrie Yunus. Ketidakpercayaan itu disebut sebagai konsekuensi dari pilihan negara yang tidak memberikan mekanisme penegakan hukum yang independen dan transparan bagi korban.

Hendardi juga menyoroti perlakuan terhadap Andrie Yunus selama proses hukum. Menurut Hendardi, memaksa korban yang masih menjalani pengobatan dalam kondisi kritis untuk hadir memberikan kesaksian, terlebih dengan ancaman pidana, merupakan tindakan yang tidak empatik.

“Kondisi tersebut menegaskan reviktimisasi Andrie,” ucapnya.

Hendardi menegaskan kasus Andrie Yunus menjadi ujian bagi negara dalam menunjukkan kemauan politik untuk melawan dan menghapus praktik impunitas.

Dia menilai putusan terhadap para pelaku justru berpotensi melegitimasi pelanggengan impunitas di Indonesia. Dalam konteks supremasi hukum dan supremasi sipil, proses hukum dalam kasus tersebut dinilai telah kehilangan kredibilitas.

“Yang runtuh bukan hanya keadilan dalam satu perkara, namun juga kepercayaan masyarakat terhadap negara dan hukum itu sendiri,” tutupnya.(nas)

Tags: Andrie YunusHAMImpunitasKasus penyiraman air kerasSetara Institute

Berita Terkait.

Penghargaan
Nasional

PT Grha Kartika Anugerah Raih Penghargaan Terbaik Ketiga dalam Anugerah Reksa Bandha 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 23:23
KJMU
Nasional

22.567 Siswa dan 6.587 Mahasiswa Baru Terima KJP Plus dan KJMU 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 22:22
SBN
Nasional

Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu pada 2027, Ini Respons DPD

Sabtu, 7 November 2026 - 21:21
Siswa
Nasional

Dugaan Kecurangan TKA di 308 Sekolah, Begini Respons DPR

Sabtu, 7 November 2026 - 21:01
Konfrence
Nasional

Dukung Gaya Hidup Hijau, PLN Icon Plus Optimalkan PLN Mobile untuk PLN Electric Run 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10
Siswa
Nasional

14 Ribu Desa Belum Miliki TK, Kemendikdasmen Targetkan hingga Akhir 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 19:09

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3346 shares
    Share 1338 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.