INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Tanjungpinang memberikan fasilitas impor sementara untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Tour de Bintan 2026. Fasilitas kepabeanan tersebut diberikan terhadap barang-barang yang dibawa peserta dari luar negeri untuk digunakan selama ajang olahraga sepeda internasional tersebut dan selanjutnya dibawa kembali ke luar daerah pabean.
Tour de Bintan 2026 kembali digelar di kawasan Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 21 hingga 23 Agustus 2026 setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Ajang sport tourism ini diikuti sekitar 800 peserta dari 42 negara dan menjadi salah satu kegiatan internasional yang turut mendorong promosi pariwisata Bintan ke pasar mancanegara.
Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, Bea Cukai Tanjungpinang berperan memberikan pelayanan dan pengawasan kepabeanan terhadap barang yang dibawa masuk oleh peserta dari luar negeri. Melalui fasilitas impor sementara, barang yang diperlukan untuk mengikuti perlombaan dapat masuk ke Indonesia untuk jangka waktu tertentu tanpa diperlakukan sebagai barang impor untuk digunakan secara permanen, sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Impor sementara merupakan fasilitas kepabeanan yang memungkinkan barang dari luar daerah pabean dimasukkan ke wilayah Indonesia untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu dan kemudian diekspor kembali. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan internasional yang bersifat sementara, antara lain kegiatan olahraga, pameran, konferensi, atau kegiatan sejenis lainnya.
Bagi penyelenggaraan Tour de Bintan 2026, fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi peserta mancanegara yang membawa perlengkapan yang dibutuhkan selama perlombaan. Dengan pelayanan kepabeanan yang lebih mudah dan terarah, proses pemasukan barang dapat berlangsung secara lancar tanpa mengabaikan aspek pengawasan.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, menyampaikan bahwa pemberian fasilitas impor sementara merupakan bagian dari dukungan Bea Cukai terhadap penyelenggaraan kegiatan internasional di wilayah kerjanya.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan kepabeanan yang optimal untuk mendukung kelancaran Tour de Bintan 2026. Melalui fasilitas impor sementara, barang peserta dapat masuk dan digunakan selama kegiatan dengan tetap memperhatikan ketentuan serta aspek pengawasan kepabeanan,” ujarnya.
Pelayanan tersebut dilaksanakan sejak tahap persiapan hingga berakhirnya penyelenggaraan kegiatan. Bea Cukai Tanjungpinang memastikan barang yang masuk memperoleh pelayanan sesuai ketentuan sekaligus melakukan pengawasan untuk memastikan pemanfaatan fasilitas berjalan sebagaimana mestinya.
Kehadiran Tour de Bintan 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya mengembangkan sport tourism di Bintan. Dengan peserta yang berasal dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi wisata Bintan sekaligus berpotensi memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah daerah sendiri menempatkan Tour de Bintan sebagai salah satu event internasional yang mendukung promosi pariwisata daerah.
Melalui fasilitas impor sementara, Bea Cukai Tanjungpinang menunjukkan perannya tidak hanya sebagai institusi pengawasan lalu lintas barang, tetapi juga sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang memberikan kemudahan kepabeanan bagi kegiatan yang dapat mendukung perekonomian. Dukungan terhadap Tour de Bintan 2026 menjadi salah satu wujud upaya Bea Cukai menciptakan layanan kepabeanan yang responsif, memberikan kepastian bagi pengguna jasa, serta turut membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas pariwisata dan ekonomi daerah. (ipo)






















