INDOPOSCO.ID – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah terus dimatangkan. Kementerian Agama (Kemenag). Berbagai persiapan, baik teknis maupun nonteknis, dilakukan untuk memastikan agenda nasional tersebut berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan nasional tersebut rencananya digelar pada 11 hingga 20 September 2026 di Semarang. Pelaksanaan MTQN XXXI menjadi salah satu agenda besar yang mendapat perhatian pemerintah daerah karena melibatkan peserta dan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Penyelenggaraan MTQN XXXI sebagai bagian dari pembinaan kehidupan keagamaan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ia mengatakan, pelaksanaan MTQN XXXI memiliki potensi besar untuk menggerakkan berbagai sektor, termasuk pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
“Ajang ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong pendalaman pemahaman agama,” terangnya.
Tidak hanya diarahkan sebagai ajang syiar Al-Qur’an dan penguatan pemahaman keumatan, masih ujar dia, gelaran nasional ini juga didorong menjadi momentum pemberdayaan ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan masyarakat.
“Kami berharap pelaksanaan MTQ dapat memberikan dampak berganda bagi UMKM, promosi pariwisata, kuliner, hingga pasar rakyat yang mengutamakan produk-produk lokal,” ungkapnya.
“Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menjadi salah satu gambaran besarnya potensi ekonomi yang dapat tercipta. Pada penyelenggaraan kegiatan tahun lalu disebut mencapai sekitar Rp500 miliar,” imbuhnya.
Di sisi lain, masih ujar Abu, MTQ XXXI juga diharapkan menjadi ruang regenerasi ulama dan penguatan sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an. Ajang ini tidak sekadar mencari peserta terbaik dalam perlombaan, tetapi juga mempertemukan generasi yang memiliki kemampuan dan penguasaan ilmu-ilmu Al-Qur’an.
“Penyelenggaraan MTQ nasional, terdapat sejumlah cabang lomba yang berkaitan erat dengan penguasaan ilmu Al-Qur’an. Cabang tersebut antara lain tilawah atau qira’ah serta tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab,” bebernya.
“MTQ XXXI diharapkan menjadi ajang regenerasi yang melahirkan kepercayaan diri bagi generasi muda untuk mendalami ilmu Al-Qur’an,” imbuhnya.
Ia menambahkan, selain aspek keumatan dan ekonomi, pelaksanaan MTQ XXXI juga diharapkan mampu memperkuat disiplin, korelasi lintas budaya, serta menjadi bagian dari penguatan kehidupan sosial dan kebangsaan.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dinilai penting untuk terus ditanamkan melalui kegiatan keagamaan berskala nasional. “MTQ juga kami dorong tidak hanya berbicara mengenai syiar Al-Qur’an, tetapi turut membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan ekologi,” ujarnya.
“Semangat mencintai alam diharapkan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sehingga pesan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian bumi,” imbuhnya. (nas)























