INDOPOSCO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat komitmennya dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui program Rumah Cahaya. Dalam program yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI) tersebut, BTN turut mendukung penyerahan 30 unit rumah layak huni beserta Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan.
Penyerahan hunian tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para penerima yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Program Rumah Cahaya sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan hunian yang layak dan memiliki kepastian hukum.
Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki hunian yang layak, termasuk para pahlawan dan keluarga pahlawan yang telah memberikan jasa bagi Indonesia.
“Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini,” ujar Hashim dalam acara Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait mengapresiasi pelaksanaan program Rumah Cahaya. Ia menilai program tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperluas akses terhadap hunian layak.
Ia menegaskan, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan perumahan nasional yang kompleks.
“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon karena program ini tepat sasaran,” jelas Maruarar.
Menurut dia, program tersebut memiliki nilai lebih karena hunian diberikan kepada orang-orang yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa, baik melalui perjuangan, keluarga veteran maupun kiprah di bidang lain, termasuk olahraga.
“Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi,” katanya.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program Rumah Cahaya. Menurutnya, dukungan terhadap sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga memastikan kelompok yang membutuhkan memperoleh hunian yang layak dan aman.
“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” ujar Nixon.
Dia menilai penyerahan SHM menjadi bagian penting dari program tersebut. Kepemilikan sertifikat memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan rumah yang diterima dapat menjadi aset bagi penerima dan keluarganya dalam jangka panjang.
“Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Komitmen BTN dalam mendukung penyediaan hunian layak juga dilakukan melalui pembangunan dan renovasi rumah sosial di berbagai daerah. Nixon mengungkapkan, sepanjang 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat terdampak bencana.
Menurut Nixon, persoalan perumahan nasional membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Penyediaan rumah harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia serta penguatan ekosistem perumahan yang berkelanjutan.
“Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan,” pungkasnya.
Apresiasi juga disampaikan mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia, Rully Nere. Ia menilai pemberian hunian layak kepada para atlet merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mengharumkan nama Indonesia.
Rully berharap perhatian terhadap kesejahteraan atlet dapat terus diperkuat sehingga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya sangat mengapresiasi pemberian rumah ini. Ini menunjukkan bahwa atlet yang sudah berjasa untuk Indonesia masih dihargai dan diperhatikan. Saya berharap perhatian seperti ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani memilih jalan sebagai atlet dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya. (rmn)























