• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Bukan Sekadar Orang Tua, Begini Cara Menjadi “Bestie” bagi Anak

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 1 September 2026 - 22:22
in Gaya Hidup
parenting

Seminar parenting yang digelar SD Muhammadiyah 5 Jakarta bertajuk “Maukah Menjadi Orangtua yang Bahagia dan Bestie Anak Kita?”. Seminar menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt, CI sebagai pemateri, dengan artis Meisya Siregar sebagai moderator. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menjadi orang tua bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga membangun hubungan yang dekat agar anak merasa nyaman bercerita dan menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk mencari dukungan. Namun, menjadi “bestie” bagi anak tentu membutuhkan cara komunikasi dan pola pengasuhan yang tepat.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar parenting yang digelar SD Muhammadiyah 5 Jakarta bertajuk “Maukah Menjadi Orangtua yang Bahagia dan Bestie Anak Kita?”. Seminar menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt, CI sebagai pemateri, dengan artis Meisya Siregar sebagai moderator.

BacaJuga:

Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Dokter Aisah Dahlan dikenal sebagai praktisi neuroparenting yang banyak membahas cara kerja otak dalam kaitannya dengan pengasuhan anak. Seminar tersebut diikuti para orang tua yang ingin memahami karakter dan kebutuhan anak agar dapat membangun hubungan yang lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Manar Imam Muhammadi, M.Pd.,Gr., mengatakan kegiatan parenting tersebut penting karena tidak semua orang tua dapat secara otomatis menjadi sahabat bagi anak.

“Parenting ini sangat bermanfaat, terutama bagi orang tua yang ingin menjadi bestie bagi anaknya,” ujar Manar.

Ketua Komite SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Indah Chairun Nisa, S.Sos., juga mengungkapkan rasa syukurnya karena pihak sekolah akhirnya dapat menghadirkan dr. Aisah Dahlan setelah menunggu hampir tiga tahun.

“Alhamdulillah, setelah menunggu hampir tiga tahun, akhirnya kami berhasil mendapatkan jadwal dr. Aisah untuk menjadi narasumber di parenting tahun pamungkas komite periode kami sebagai bentuk komitmen untuk selalu membersamai orang tua murid SD Muhammadiyah 5 untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi dalam membimbing buah hati,” kata Indah.

Dalam pemaparannya, dr Aisah mengingatkan bahwa salah satu langkah penting untuk membangun kedekatan dengan anak adalah memahami cara kerja otak mereka. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu orang tua menyesuaikan cara berkomunikasi dan mendidik anak.

“Kita manusia, punya rata-rata neuron atau sel otak sebanyak 100 miliar,” ujar dr Aisah.

Ia juga mengatakan karakter anak zaman sekarang memiliki tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi membuat anak tumbuh dalam lingkungan yang jauh lebih cepat dan kompleks.

“Sekarang era baru yang lebih canggih. Ibarat komputer, anak zaman sekarang RAM-nya lebih besar. Daya akses mencari data juga lebih cepat,” jelasnya.

Karena itu, menurut dr Aisah, pola pengasuhan juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa pendekatan kekerasan bukan lagi cara yang tepat dalam mendidik anak.

“Sekarang zaman soft touch. Sudah tidak zaman mendidik anak dengan menggunakan kekerasan,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, dr Aisah menyebut secara umum otak manusia terdiri atas otak kiri dan otak kanan yang memiliki fungsi berbeda. Otak kiri berkaitan dengan bahasa, angka, hitungan, logika, detail, lagu, dan analisis. Sementara otak kanan berkaitan dengan imajinasi, ide, intuisi, khayalan, gerak, musik, dan irama.

Ia kemudian menjelaskan adanya perbedaan perkembangan otak antara anak laki-laki dan perempuan. Menurut dr Aisah, pada anak perempuan perkembangan otak kanan dan kiri cenderung lebih seimbang. Sementara pada anak laki-laki, perkembangan otak kanan lebih dahulu menonjol dan kemudian semakin seimbang dengan otak kiri seiring bertambahnya usia.

“Untuk anak laki-laki, otak kanannya dulu yang berkembang dan akan seimbang dengan otak kirinya di umur 18 tahun. Maka dari itu anak laki-laki dari kecil lebih suka bermain. Beda dengan anak perempuan yang dapat mengenal angka dan bahasa lebih cepat,” ujarnya.

Menurutnya, memahami cara kerja otak saja belum cukup untuk menjadi “bestie” bagi anak. Orang tua juga perlu mengenali watak bawaan dan karakter anak.

Dalam seminar tersebut, dr Aisah turut memberikan kuis singkat kepada peserta untuk membantu mereka mengenali watak bawaan anak. Watak tersebut dibagi menjadi empat tipe, yakni sanguinis, plegmatis, koleris, dan melankolis.

Selain mengenali watak bawaan, peserta juga diajak memahami tipe kepribadian anak, apakah cenderung introvert, ekstrovert, atau ambivert.

Dengan memahami karakter, kelebihan, dan kelemahan masing-masing tipe, orang tua diharapkan dapat menentukan pendekatan yang lebih sesuai ketika berkomunikasi maupun mendampingi anak.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar orang tua tidak hanya menuntut anak mengikuti keinginan orang tua, tetapi juga mampu memahami kebutuhan, cara berpikir, serta karakter unik setiap anak.

Pada akhirnya, menjadi “bestie” bagi anak bukan berarti orang tua harus kehilangan peran sebagai orang tua. Justru, kedekatan tersebut dapat menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang sehat, sehingga anak merasa aman untuk bercerita, bertanya, dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.

Melalui seminar parenting tersebut, SD Muhammadiyah 5 Jakarta berharap para orang tua semakin memahami bahwa pengasuhan membutuhkan kesediaan untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun komunikasi yang sesuai dengan karakter masing-masing anak. (srv)

Tags: Orang TuaParentingSD Muhamadiyah 5 Jakarta

Berita Terkait.

Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO
Gaya Hidup

Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:06
Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026
Gaya Hidup

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Gaya Hidup

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:07
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Gaya Hidup

Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:57
swiss
Gaya Hidup

Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Wedding Showcase 2026, Tawarkan Inspirasi Pernikahan dalam Satu Tempat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:28
senn
Gaya Hidup

Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5 Resmi Hadir, TWS Premium dengan Baterai yang Bisa Diganti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:09

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1742 shares
    Share 697 Tweet 436
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1104 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    995 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    948 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.