INDOPOSCO.ID – Konsumen kini semakin kritis dan punya banyak pilihan saat berbelanja. Kondisi ini membuat pelaku usaha ritel dituntut tak sekadar menyediakan barang, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belanja yang nyaman dan relevan. Teknologi pun menjadi senjata penting untuk memenangkan hati konsumen.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menekankan, transformasi digital harus terus dilakukan sektor ritel untuk menjawab perubahan perilaku konsumen.
Menurut dia, perkembangan zaman membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dan membandingkan produk maupun layanan.
“Transformasi industri ritel menjadi semakin penting dalam menghadirkan pengalaman belanja yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Budi Santoso dalam keterangan, Kamis (27/8/2026).
Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu peritel memahami perubahan pola belanja masyarakat. Selain itu, teknologi juga diyakini mampu memperkuat daya saing industri ritel nasional.
“Penggunaan teknologi yang tepat dapat menjadi salah satu cara sektor ritel untuk mengakomodasi perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja sekaligus memperkuat daya saing industri ritel nasional,” katanya.
Budi menilai sektor ritel memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan perdagangan dalam negeri. Ritel mempertemukan produk dari industri hulu dengan konsumen sekaligus menjadi salah satu cermin kondisi ekonomi rumah tangga Indonesia.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama perekonomian nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,06 persen secara tahunan.
Ia menyebut, kontribusi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) juga mencapai 53,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka tersebut menunjukkan betapa strategisnya aktivitas belanja masyarakat bagi pertumbuhan ekonomi.
“Kepercayaan konsumen pun masih berada pada level positif. Pada Juli 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat mencapai 116,8. Pemerintah bersama asosiasi ritel terus mendorong belanja masyarakat melalui sejumlah program, seperti Belanja di Indonesia Aja (BINA), Indonesia Shopping Festival (ISF), dan Friday Mubarak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, transformasi pembayaran juga terus berkembang. Saat ini QRIS telah digunakan 65,77 juta orang dan diterima 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan pelaku UMKM. (nas)





















