• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:07
in Ekonomi
PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) mengenai pengembangan perdagangan karbon. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Aloft by Marriott, Jakarta Barat, pada Rabu (26/8/2026. Foto: Dokumen ASPEBINDO

PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) mengenai pengembangan perdagangan karbon. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Aloft by Marriott, Jakarta Barat, pada Rabu (26/8/2026. Foto: Dokumen ASPEBINDO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT ESGIN Global Partners (ESGIN) memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara ESGIN dan ASPEBINDO mengenai pengembangan perdagangan karbon. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

BacaJuga:

Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Permudah Nasabah ambil Emas Fisik dari Livin’ Tabungan Emas

BCA Ajak Masyarakat Sehat dan Cerdas Berinvestasi lewat Runvestasi 2026

Raih 71,5 Persen dari Target APBN, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp240,1 Triliun hingga Akhir September 2026

Dalam forum tersebut, Vice President Regional Head Indonesia PT ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy juga menjadi narasumber dalam Sharing Session VII: Carbon Trade bertema “Mendorong Pasar Karbon Indonesia yang Berintegritas, Bernilai Ekonomi, dan Berdampak bagi Daerah”.

Forum ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, investor, lembaga verifikasi, pengembang proyek, asosiasi, pelaku usaha hingga perwakilan daerah. Pembahasan difokuskan pada upaya membangun pasar karbon Indonesia yang kredibel, layak dibiayai, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, ESGIN dan ASPEBINDO akan menjajaki pengembangan ekosistem perdagangan karbon yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi proyek karbon dari sisi kualitas, integritas lingkungan, sistem Measurement, Reporting and Verification (MRV), pembiayaan, serta akses pasar.

Jaringan industri ASPEBINDO akan menjadi salah satu basis untuk mengidentifikasi berbagai kegiatan pengurangan maupun penyerapan emisi yang berpotensi dikembangkan menjadi proyek karbon sesuai ketentuan yang berlaku.

Potensi tersebut mencakup berbagai sektor, antara lain energi, pertambangan, bioenergi, kehutanan, industri, pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kegiatan rendah karbon lainnya.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk mempertemukan pemilik proyek dengan berbagai pihak dalam ekosistem karbon, termasuk penyedia teknologi, lembaga validasi dan verifikasi, lembaga keuangan, investor, pengembang proyek, serta calon pembeli unit karbon.

ESGIN dan ASPEBINDO selanjutnya akan menjajaki sejumlah inisiatif strategis, mulai dari identifikasi potensi proyek, pengembangan proyek karbon, penerapan Digital MRV, hingga dukungan terhadap proses validasi, verifikasi, dan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut ditujukan untuk membantu proyek-proyek potensial berkembang menjadi aset karbon yang kredibel, terukur, dan memiliki nilai ekonomi. Pada saat yang sama, proyek diharapkan dapat memperoleh peluang investasi, pembiayaan, serta akses ke pasar karbon domestik maupun internasional.

Yayang Ruzaldy mengatakan, tantangan strategis dalam pengembangan pasar karbon Indonesia bukan hanya menciptakan transaksi, tetapi juga membangun lebih banyak proyek berkualitas yang memiliki kesiapan teknis, regulasi, pembiayaan, dan pasar.

“Indonesia memiliki potensi proyek karbon yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi proyek yang memiliki metodologi yang tepat, MRV yang kuat, integritas yang tinggi, struktur pembiayaan yang jelas, serta akses terhadap pasar,” ujarnya.

Menurut Yayang, pasar karbon perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan pemerintah, pemilik proyek, pemerintah daerah, pengembang proyek, penyedia teknologi, lembaga validasi dan verifikasi, investor, perbankan, hingga pembeli karbon.

“Di balik setiap unit karbon harus terdapat proyek dan aktivitas mitigasi yang nyata, data yang dapat diverifikasi, serta dampak lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada saat yang sama, proyek tersebut harus mampu menciptakan nilai ekonomi yang dapat dirasakan oleh pemilik proyek, daerah, dan masyarakat,” katanya.

Dalam kolaborasi tersebut, integritas proyek dan unit karbon menjadi salah satu perhatian utama. Pengembangan pasar karbon dinilai membutuhkan tata kelola yang kredibel, metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, sistem MRV, validasi dan verifikasi independen, transparansi registri, kepastian hak atas manfaat karbon, serta mekanisme pembagian manfaat yang adil.

ESGIN memandang teknologi dan Digital MRV sebagai bagian penting dari infrastruktur pasar karbon untuk meningkatkan kualitas data, keterlacakan atau traceability, transparansi, dan kemampuan audit proyek karbon.

Fondasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan pembeli, investor, lembaga keuangan, maupun pasar internasional terhadap proyek dan unit karbon Indonesia.

Kolaborasi ESGIN dan ASPEBINDO juga menyasar aspek pembiayaan. Proyek karbon membutuhkan modal sejak tahap studi kelayakan, penyusunan desain proyek, pembangunan infrastruktur, implementasi teknologi, MRV, validasi, verifikasi, hingga registrasi dan penerbitan unit karbon.

Karena itu, kedua pihak akan menjajaki hubungan antara proyek karbon dengan perbankan, investor institusional, climate funds, impact investors, strategic investors, serta berbagai instrumen pembiayaan hijau lainnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengubah proyek karbon dari sekadar inisiatif lingkungan menjadi infrastruktur iklim yang layak investasi atau investable climate infrastructure. Dengan demikian, perdagangan karbon tidak hanya menjadi pasar bagi unit karbon, tetapi juga dapat menjadi mekanisme untuk memobilisasi modal menuju proyek mitigasi dan pembangunan rendah karbon.

Selain pembiayaan, kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan proyek dalam mengakses pasar karbon domestik maupun internasional. Aspek yang akan diperhatikan meliputi kebutuhan pembeli, kualitas unit karbon, traceability, integritas lingkungan, struktur transaksi, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

Untuk pasar internasional, akses tetap akan mengikuti ketentuan pemerintah Indonesia, termasuk mekanisme registrasi, metodologi, persyaratan otorisasi, dan ketentuan lainnya. Pendekatan tersebut ditujukan agar pengembangan pasar karbon internasional tetap sejalan dengan kepentingan dan target penurunan emisi Indonesia.

Sementara itu, manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat menjadi bagian lain yang turut ditekankan. Pengembangan proyek karbon dinilai berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru, investasi hijau, lapangan kerja, pengembangan teknologi, serta kegiatan ekonomi lokal.

Karena itu, desain proyek perlu memperhatikan mekanisme distribusi manfaat yang transparan dan proporsional bagi pihak-pihak yang berkontribusi terhadap keberhasilan proyek, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, pemilik lahan atau aset, dan pelaku ekonomi lokal.

ASPEBINDO sendiri memiliki jaringan lebih dari 100 perusahaan yang mencakup perusahaan perdagangan, pertambangan batu bara, minyak dan gas, serta energi terbarukan. Basis industri tersebut memiliki berbagai peluang dekarbonisasi, seperti efisiensi energi, energi terbarukan, pengelolaan metana, bioenergi, biomassa, pengelolaan limbah, rehabilitasi lingkungan, dan kegiatan pengurangan emisi lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, ESGIN dan ASPEBINDO berharap dapat mengembangkan pipeline proyek karbon yang berkualitas, dapat diverifikasi, layak dibiayai, serta memiliki akses pasar.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi pengurangan dan penyerapan emisi dengan integritas proyek, teknologi, pembiayaan, dan permintaan pasar, sehingga potensi karbon Indonesia dapat ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang nyata.

ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 sendiri mengusung tema “Accelerating Indonesia’s Bioenergy Ecosystem Towards Energy Security and Green Economic Growth”. Forum tersebut membahas sejumlah isu, antara lain ekosistem B50, bioetanol, biomassa dan pasar karbon, Waste-to-Energy, Biogas-Bio CNG, serta perdagangan karbon.

Melalui penandatanganan MoU ini, ESGIN dan ASPEBINDO menargetkan kolaborasi berkelanjutan untuk mendorong lebih banyak potensi pengurangan dan penyerapan emisi Indonesia menjadi proyek karbon yang berkualitas, terverifikasi, layak dibiayai, memiliki akses pasar, serta memberikan nilai ekonomi bagi Indonesia.(rmn)

Tags: ASPEBINDOESGINESGIN Global PartnersPerdagangan Karbon

Berita Terkait.

mandiri
Ekonomi

Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Permudah Nasabah ambil Emas Fisik dari Livin’ Tabungan Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:21
BCA Ajak Masyarakat Sehat dan Cerdas Berinvestasi lewat Runvestasi 2026
Ekonomi

BCA Ajak Masyarakat Sehat dan Cerdas Berinvestasi lewat Runvestasi 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:05
bc
Ekonomi

Raih 71,5 Persen dari Target APBN, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp240,1 Triliun hingga Akhir September 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:24
PHE LPB Genjot Eksplorasi Migas, Sumur Tingkilan-001 Mulai Dibor
Ekonomi

PHE LPB Genjot Eksplorasi Migas, Sumur Tingkilan-001 Mulai Dibor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:02
Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun, Pembiayaan UKM Tumbuh 6,9 Persen
Ekonomi

Jadi Pilihan Utama Masyarakat, Bank Mandiri Raih Peringkat Pertama Survei CX100 Danantara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45
RUPSLB PLN Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Dirut Baru
Ekonomi

RUPSLB PLN Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Dirut Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:40

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Pengusaha Pilihan

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.