INDOPOSCO.ID – Rohim Budiman, pemilik akun TikTok Abah80, membantah telah mendiskreditkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan wartawan. Ia menegaskan kritik yang disampaikannya dalam video viral hanya ditujukan kepada oknum.
Pernyataan itu disampaikan Rohim kepada INDOPOSCO, Kamis (27/8/2026), menyusul ramainya video TikTok (VT) dan siaran langsungnya yang menyoroti sejumlah oknum LSM dan wartawan yang kerap datang ke sekolah penerima dana revitalisasi, mulai jenjang PAUD hingga SMA.
“Saya tidak alergi terhadap wartawan dan LSM, justru keberadaan mereka sangat dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat dan menyampaikan kondisi terkini di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak bermaksud menyudutkan LSM dan wartawan yang menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar.
“Yang saya kritik itu adalah oknum yang datang ke sekolah dan petani yang mendapatkan program bantuan dengan cara mencari-cari kesalahan pihak sekolah dan petani yang ujung-ujungnya mendapatkan uang,” cetusnya.
“Apa pernah saya menyebutkan nama orang atau nama lembaga? Yang saya sebutkan itu adalah oknum,” sambungnya.
Rohim juga menyoroti pertemuan sejumlah LSM dan wartawan di aula Multatuli. Dalam pertemuan itu, ia mengaku mendengar salah satu peserta melontarkan ajakan kekerasan terhadap dirinya.
“Ada peserta dalam pertemuan LSM dan sejumlah wartawan terdengar berkata ‘Kumaha lamun digebukan ku urang kabehan’ (Bagaimana kalau digebuki aja sama kita semua) ,” ungkap Rohim.
Atas adanya ancaman kekerasan fisik tersebut, Rohim mengaku telah membuat laporan pengaduan (Lapdu) ke Polres Lebak untuk meminta perlindungan hukum.
“Saya sudah buat Lapdu kepada Polres Lebak untuk meminta perlindungan hukum,” ujar Rohim.
Terkait template bertuliskan juburnews.com yang ditampilkan dalam VT-nya, Rohim menjelaskan itu hanya satire atau sarkasme untuk menyindir oknum yang dinilai meresahkan kepala sekolah dan petani penerima bantuan dana pembangunan dari pemerintah.
“Kan jelas dalam template itu saya katakan, bahwa itu bukan kanal berita dan LSM, itu hanya satire.Adapun nama Jubur News itu artinya adalah Juru bicara urusan Rakyat,” jelasnya.
Sementara Aji Rosyad ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Lebak salah satu inisiator Forum Diskusi dengan Puluhan Wartawan dan LSM yang menyikapi viralnya video akun TikTok Abah80 mengatakan,pihaknya sangat menyesalkan atas beredarnya video yang terkesan menyudutkan LSM dan wartawan kedati dalam video itu konten kreator menyebutkan oknum.
“ Kita tahu nitizen kita masih banyak yang awam atas penyebutan oknum,mereka yang menonton Video Tiktok Abah80 itu menganggap semua wartawan dan LSM adalah pemeras. Kalau benar ada oknum yang melakukan pemerasan kenapa tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Kan kita Negara hukum, jangan malah membuat narasi yang membuat gaduh banyak pihak,”ujar Aji.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman atas video TikTok Abah80 dan siaran langsung yang dilakukan, pihaknya melalui Ketua Presidium yang di amanahkan dalam Diskusi Resmi dengan puluhan media, LSM dan Ormas, yakni Ketua Abdul Kabir dari Organisasi PPWI dan Lukito dari LSM Jambak Banten sebagai Sekjen Presidium telah memberikan kuasa kepada pengacara untuk melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Biarlah nanti aparat penegak hukum yang menentukan,apakah VT VT abah80 itu ada unsur ujaran kebencian dan penghinaan, kami serahkan kepada aparat penegak hukum,”tandasnya.
Lanjut Aji, ia juga sangat miris, Tiktok @abah80 yang menyebarluas dengan membuat Karikatur nama media yang tidak pantas dan jorok. Nama media dengan nama Juburnews.com, bagi Presidium Pers adalah sebuah pelecehan atau penghinaan terhadap nama media.
“Kita tidak melarang siapapun untuk mengkritisi oknum wartawan maupun Lembaga. Tapi tidak juga membuat karikatur yang dibuat dengan nama yang tidak pantas. Tiktok kan di lihat oleh kalangan luas, bukan hanya orang dewasa bahkan anak kecil juga sekarang menggunakan tiktok. Itu kan sangat miria jika di baca oleh banyak orang. Sekali lagi, media adalah wadah jurnalis yang mana jurnalis berjuang untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas,” tegas Aji.
Kami berharap, masyarakat tidak menelan mentah-mentah narasi yang kenyudutkan, membuat kebencian terhadap Media dan LSM.
Karena, pekerjaan wartawan dan LSM adalah sebagai kontrol sosial yang berjuang untuk memberikan informasi kepada masyarakat banyak..
“Wartawan adalah Pilar ke Empat Demokrasi, pekerjaan yang sangat mulia. LSM juga sama sebagai agen control, jadi seharusnya kita sama-sama mendukung dan melakukan kontrol terhadap pembanguan di segala sektor, karena, pembangunan itu menggunakan anggaran Negara yang mana hasil dari keringat pajak rakyat,”ujar Aji. (Yas)





















