INDOPOSCO.ID – Gempa bumi yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menyisakan kepanikan, tetapi juga kebutuhan mendesak di tengah masyarakat. Saat warga membutuhkan makanan, tempat beristirahat, obat-obatan hingga dukungan komunikasi, bantuan pun harus bergerak cepat.
Di tengah situasi tersebut, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mengambil peran melalui aksi tanggap darurat Pertamina Peduli.
Sejak Senin (17/8/2026), bantuan yang dihimpun Subholding Upstream telah tiba di Posko Ring 1 Fuel Terminal (FT) Reo. Bantuan tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat yang terdampak gempa, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan pengungsian dan dukungan kesehatan.
Bukan hanya soal mengirim bantuan, langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pertamina untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh dukungan pada masa-masa awal bencana.
“Sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial lingkungan dan kepedulian terhadap sesama Subholding Upstream Pertamina bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Kami berharap bantuan logistik, perlengkapan pengungsian, serta obat-obatan ini dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Hermansyah Y Nasroen dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Isi bantuan pun dibuat untuk menjawab kebutuhan warga dalam kondisi darurat. Dari sektor pangan, PHE menyalurkan beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, air mineral, susu kaleng, biskuit, nugget, makanan kaleng hingga berbagai kebutuhan dapur seperti kopi, teh dan bumbu masak.
Untuk kebutuhan pengungsian, bantuan mencakup terpal, kasur lipat atau alas tidur, selimut, perlengkapan mandi dan sanitasi. Kebutuhan personal yang kerap luput dalam situasi bencana juga turut diperhatikan, antara lain popok bayi dan pembalut wanita.
Sementara untuk menjaga kebutuhan kesehatan masyarakat, bantuan dilengkapi obat-obatan umum, Paracetamol, Alpara, Antangin dan Imboost. Peralatan pertolongan pertama seperti alkohol medis, Betadine, salep/Rivanol, Hansaplast, kasa hidrofil, NaCl dan minyak kayu putih juga disiapkan.
Di tengah kondisi darurat, komunikasi juga menjadi bagian penting. Karena itu, PHE turut menghadirkan perangkat internet satelit Starlink dan telepon satelit untuk membantu koordinasi di lapangan. Namun respons Pertamina di NTT tidak berhenti pada bantuan kemanusiaan.
Di sektor energi, PHE Subholding Upstream melalui anak usahanya, Elnusa, ikut memperkuat dukungan operasional dengan mengerahkan 26 Awak Mobil Tangki (AMT) perbantuan lintas wilayah, masing-masing dari Sumbagut, Malupa, Jabalinus, dan Sulawesi.
Puluhan personel tersebut bergabung dengan 38 unit mobil tangki perbantuan yang dikerahkan untuk memastikan distribusi dan pasokan energi tetap berjalan di wilayah terdampak.
Langkah ini menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat tidak hanya berhenti pada makanan dan tempat berlindung. Kelancaran energi juga menjadi bagian penting untuk menopang aktivitas, pelayanan publik, serta proses pemulihan di wilayah yang terdampak.
“Aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata kepedulian Pertamina Group dalam mendukung pemulihan pascabencana serta membantu kebutuhan mendasar masyarakat terdampak. PHE SH Upstream terus berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, efisien, dan merata,” tambahnya.
Gerak cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen PHE dalam menjalankan kegiatan usaha yang tidak semata berorientasi pada operasi bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. (rmn)





















