INDOPOSCO.ID – Bea Cukai dorong pemahaman masyarakat mengenai aturan kepabeanan dan cukai melalui kegiatan edukasi di berbagai daerah. Kali ini Bea Cukai menyasar kalangan mahasiswa hingga pelajar SMA sebagai bagian dari langkah mengenalkan peran Bea Cukai dalam perekonomian dan perlindungan masyarakat.
Di Magelang, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menjadi narasumber dalam sosialisasi bertajuk Gempur Rokok Ilegal yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (05/08). Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Tidar (Untidar).
Materi yang disampaikan mencakup ketentuan cukai hasil tembakau, ciri-ciri rokok ilegal, serta dampak peredarannya terhadap penerimaan negara dan industri hasil tembakau yang patuh terhadap aturan. Mahasiswa juga diajak berperan dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat serta tidak membeli, menjual, atau mengedarkan rokok ilegal.
Kegiatan serupa juga dilakukan Bea Cukai Tanjung Priok dalam kunjungan akademik mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai proses ekspor-impor sekaligus melihat secara langsung kegiatan pengawasan dan pemeriksaan barang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Selain mahasiswa, edukasi Bea Cukai Tanjung Priok menyasar pelaku UMKM melalui Pelatihan Manajemen Ekspor dan Impor yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan. Materi yang diberikan antara lain klasifikasi barang berdasarkan harmonized system (HS) code, prosedur market entry, serta penyampaian dokumen ekspor secara elektronik melalui CEISA 4.0.
Sementara itu, Bea Cukai Lhokseumawe mengenalkan tugas dan fungsi kepabeanan dan cukai kepada siswa SMA Negeri 1 Bireuen melalui kegiatan Customs Goes to School (20/08). Para siswa diperkenalkan dengan peran Bea Cukai dalam pelayanan dan pengawasan ekspor-impor, pengelolaan penerimaan negara, fasilitasi perdagangan, serta pemberantasan peredaran barang ilegal.
Kegiatan edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan dunia kerja dan pengabdian kepada negara. Kehadiran Kepala Seksi Perbendaharaan Bea Cukai Lhokseumawe, Said Muhammad Ikbal, yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Bireuen, menjadi salah satu bagian yang memberikan inspirasi kepada para siswa mengenai peluang berkarier dan berkontribusi bagi negara.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menilai kegiatan edukasi kepada mahasiswa dan pelajar penting untuk membangun pemahaman yang benar mengenai kepabeanan dan cukai. Menurutnya, kalangan pendidikan dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan yang menyasar berbagai jenjang pendidikan dan kelompok masyarakat, kami berupaya membangun pemahaman kepabeanan dan cukai sejak dini. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih patuh terhadap aturan, bijak dalam melakukan aktivitas perdagangan, serta ikut berperan dalam mencegah peredaran barang ilegal,” pungkasnya. (ipo)























