• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Berpeluang Menguat, Tapi Bayang-Bayang Defisit dan El Nino Mengintai

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 24 Agustus 2026 - 10:17
in Ekonomi
Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan USD di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, awal Januari 2025 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan USD di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, awal Januari 2025 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rupiah memasuki perdagangan awal pekan dengan modal positif. Setelah menguat 54 poin dan ditutup di level Rp17.694 per dolar AS pada Jumat (21/8/2026), mata uang Garuda diperkirakan kembali mendapat tenaga penguatan pada perdagangan Senin (24/8/2026).

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif, tetapi memiliki peluang ditutup lebih kuat.

BacaJuga:

Bisa Cetak Ribuan Halaman, Printer EcoTank Terbaru Epson Resmi Hadir di Indonesia

Memaknai Semangat Juara di Hari Kemerdekaan, JOTUN Angkat Pesan “Proven Champion”

Sawit Berpotensi Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

“Untuk perdagangan awal pekan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 17.640-Rp 17.700,” kata Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (24/8/2026).

Salah satu penopangnya datang dari sektor perbankan. Pertumbuhan kredit nasional pada Juli 2026 mencapai 13,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dari 12,67 persen pada Juni 2026.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan penyaluran kredit masih tetap kuat meskipun dunia usaha cenderung mengurangi aktivitas peminjaman di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ungkapnya.

Fondasi perbankan juga dinilai tetap kokoh. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 23,70 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih rendah, yakni sekitar 2,09 persen secara bruto.

Menurut Ibrahim, kuatnya kredit tidak hanya mencerminkan meningkatnya kebutuhan pinjaman dunia usaha. Pergerakan tersebut turut ditopang oleh insentif likuiditas dan kebijakan makroprudensial Bank Indonesia (BI) yang masih akomodatif.

Namun, perjalanan rupiah belum sepenuhnya mulus. Salah satu risiko datang dari pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

BI mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 mencapai US$12,5 miliar atau 3,3 persen terhadap PDB. Angka ini melonjak dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya US$3,6 miliar atau 1,0 persen terhadap PDB.

“Defisit transaksi berjalan yang lebih tinggi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diprakirakan bersifat temporer. Salah satunya adalah meningkatnya defisit neraca perdagangan migas akibat kenaikan impor minyak seiring tingginya harga minyak dunia,” jelas Ibrahim.

Tekanan juga datang dari neraca perdagangan nonmigas yang mencatat surplus lebih rendah akibat meningkatnya impor untuk memenuhi kebutuhan aktivitas ekonomi domestik. Pada saat yang sama, defisit neraca pendapatan primer membesar seiring meningkatnya pembayaran pendapatan primer.

Di luar sektor eksternal, pasar juga perlu mencermati ancaman inflasi pangan akibat fenomena El Nino. Kekeringan berkepanjangan berpotensi menekan produksi pertanian, mengurangi pasokan beras dan komoditas pangan lainnya, sekaligus mendorong kenaikan harga.

“Pada akhirnya, tekanan inflasi berpotensi menggerus daya beli masyarakat serta memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen,” tambahnya.

Dengan demikian, rupiah menghadapi dua arus sentimen yang berlawanan. Kinerja kredit dan kokohnya sektor perbankan menjadi tenaga penguat, sementara pelebaran defisit transaksi berjalan dan risiko inflasi pangan menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan mata uang Garuda. (her)

Tags: Dolar Amerikael ninoIbrahim Assuaibinilai tukar rupiah

Berita Terkait.

Bisa Cetak Ribuan Halaman, Printer EcoTank Terbaru Epson Resmi Hadir di Indonesia
Ekonomi

Bisa Cetak Ribuan Halaman, Printer EcoTank Terbaru Epson Resmi Hadir di Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:04
Memaknai Semangat Juara di Hari Kemerdekaan, JOTUN Angkat Pesan “Proven Champion”
Ekonomi

Memaknai Semangat Juara di Hari Kemerdekaan, JOTUN Angkat Pesan “Proven Champion”

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:43
MedcoEnergi Perkuat Dukungan Kemanusiaan bagi Korban Gempa NTT
Ekonomi

Sawit Berpotensi Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:08
Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Ekonomi

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:45
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Ekonomi

Indonesia Makin Dilirik Pasar Pangan Dunia, SIAL Food & Drinks 2026 Hadir di Jakarta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:08
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026 Hadir Lebih Meriah, 37 Merek Otomotif Siap Pamerkan Produk Terbaru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:05

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.