• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Sawit Berpotensi Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 24 Agustus 2026 - 12:08
in Ekonomi
Minyak kelapa sawit dan berbagai produk turunannya ditampilkan pada pameran komoditas nabati. Foto: Dokumen BPDP

Minyak kelapa sawit dan berbagai produk turunannya ditampilkan pada pameran komoditas nabati. Foto: Dokumen BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kelapa sawit diproyeksikan semakin berperan penting dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia seiring pertumbuhan populasi, peningkatan pendapatan, dan perkembangan industri global. Pada 2050, minyak sawit diperkirakan dapat memasok sekitar 60 persen kebutuhan minyak nabati dunia.

Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengatakan kebutuhan minyak nabati global terus meningkat. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas sebagai bahan pangan, tetapi juga berkembang untuk kebutuhan biomaterial, substitusi bahan petrokimia, hingga sumber energi alternatif.

BacaJuga:

Memaknai Semangat Juara di Hari Kemerdekaan, JOTUN Angkat Pesan “Proven Champion”

Rupiah Berpeluang Menguat, Tapi Bayang-Bayang Defisit dan El Nino Mengintai

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan

“Makin bertumbuh penduduk dunia, konsumsi minyak sawit juga meningkat. Menuju tahun 2050, populasi penduduk dunia akan mencapai lebih dari 10 miliar orang maka kebutuhan minyak sawit dunia juga akan semakin besar,” ujar Tungkot di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan minyak nabati dunia pada 2050 diperkirakan mencapai sekitar 300 juta ton dengan jumlah penduduk global sekitar 10 miliar orang. Angka tersebut meningkat hampir 1,4 kali lipat dibandingkan produksi minyak nabati dunia pada 2025 yang mencapai 215,6 juta ton.

Di sisi lain, kemampuan produksi sejumlah minyak nabati selain sawit, seperti kedelai, rapeseed atau kanola, dan bunga matahari, dinilai menghadapi keterbatasan. Faktor pembatas utamanya antara lain produktivitas tanaman dan ketersediaan lahan.

Kondisi tersebut membuat minyak sawit berpotensi memainkan peran yang semakin besar dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati global.

Sebagai gambaran, pada 2025 tanaman kedelai memiliki luas areal sekitar 143,8 juta hektare dengan kontribusi 32,8 persen terhadap produksi minyak nabati dunia. Rapeseed memiliki luas areal sekitar 43,8 juta hektare dengan kontribusi 16,5 persen, sedangkan bunga matahari memiliki luas sekitar 29,5 juta hektare dengan kontribusi 9,3 persen.

Sementara itu, luas areal kelapa sawit tercatat sekitar 29 juta hektare. Meski luasnya relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah tanaman penghasil minyak nabati utama lainnya, sawit mampu memberikan kontribusi sekitar 41,4 persen terhadap produksi minyak nabati utama dunia.

“Diperkirakan pada tahun 2050 mendatang sekitar 60 persen kebutuhan minyak nabati dunia akan berasal dari minyak sawit,” jelas Tungkot.

Dia menilai produktivitas menjadi salah satu keunggulan utama kelapa sawit dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya. Produktivitas sawit disebut dapat mencapai delapan hingga 10 kali lebih tinggi.

Selain itu, peluang peningkatan produktivitas sawit masih terbuka lebar. Melalui perbaikan praktik perkebunan dan penerapan inovasi teknologi, produktivitas sawit diperkirakan masih dapat ditingkatkan sekitar 50 hingga 100 persen dari tingkat saat ini.

“Sedangkan potensi minyak nabati lain sudah hampir mentok kecuali rapeseed atau kanola yang masih bisa meningkat sedikit meski jauh lebih rendah dari sawit,” ungkap Tungkot.

Menurutnya, sawit juga memiliki keunggulan lain berupa pasokan yang relatif stabil sepanjang tahun dan harga yang kompetitif. Industri sawit turut melibatkan sekitar 42 persen petani sawit rakyat sehingga memiliki dampak ekonomi dan sosial yang luas.

Rantai pasok sawit juga melibatkan jutaan unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari sektor hulu hingga hilir. Dengan harga yang kompetitif, minyak sawit dinilai mampu berkontribusi dalam menyediakan minyak nabati yang terjangkau bagi masyarakat dunia, termasuk kelompok berpendapatan rendah.

“Jadi, minyak sawit lebih sustainable secara ekonomi, sosial, dan ekologis dibandingkan minyak nabati lain,” tegasnya.

Dengan proyeksi meningkatnya kebutuhan minyak nabati dunia, Tungkot mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit menjadi salah satu agenda strategis industri sawit nasional.

Tungkot menyebut terdapat dua strategi utama untuk meningkatkan produktivitas. Pertama, peningkatan produktivitas secara keseluruhan melalui peremajaan tanaman atau replanting menggunakan varietas unggul, yang disertai perbaikan dan inovasi praktik perkebunan.

Kedua, peningkatan produktivitas pada perkebunan sawit eksisting melalui penerapan good agricultural practices (GAP), inovasi teknologi budidaya dan pemanenan, serta peningkatan efisiensi pengolahan di pabrik kelapa sawit.

“Kombinasi kedua strategi peningkatan produktivitas tersebut akan mengantar produktivitas sawit meningkat dua kali lipat,” katanya.

Menurut dia, upaya tersebut perlu dilakukan secara konsisten untuk memastikan Indonesia mampu menangkap peluang meningkatnya kebutuhan minyak nabati dunia sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) selama ini juga terus mendorong peremajaan tanaman kelapa sawit melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

“Dengan peningkatan produktivitas yang demikian maka Indonesia dan produsen minyak sawit dunia lain dapat menyediakan minyak sawit untuk kebutuhan masyarakat dunia,” tutupnya. (rmn)

Tags: BPDPindustri sawitMinyak NabatiPASPI

Berita Terkait.

Memaknai Semangat Juara di Hari Kemerdekaan, JOTUN Angkat Pesan “Proven Champion”
Ekonomi

Memaknai Semangat Juara di Hari Kemerdekaan, JOTUN Angkat Pesan “Proven Champion”

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:43
Rupiah Berpeluang Menguat, Tapi Bayang-Bayang Defisit dan El Nino Mengintai
Ekonomi

Rupiah Berpeluang Menguat, Tapi Bayang-Bayang Defisit dan El Nino Mengintai

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:17
Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Ekonomi

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:45
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Ekonomi

Indonesia Makin Dilirik Pasar Pangan Dunia, SIAL Food & Drinks 2026 Hadir di Jakarta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:08
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026 Hadir Lebih Meriah, 37 Merek Otomotif Siap Pamerkan Produk Terbaru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:05
Fantastik UMKM Kopi Indonesia Tembus Pasar Inggris, Nilainya Rp2,64 Miliar
Ekonomi

Fantastik UMKM Kopi Indonesia Tembus Pasar Inggris, Nilainya Rp2,64 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.