INDOPOSCO.ID – Jogja Fashion Week (JFW) 2026 kembali digelar. Ajang yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY itu tidak hanya menjadi ruang bagi para pelaku fesyen, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis budaya.
Dalam gelaran JFW 2026, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut berpartisipasi dengan menghadirkan dan menampilkan beragam produk UMKM berbasis kelapa sawit. Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi hilirisasi sawit sekaligus memperluas akses promosi dan pasar bagi para pelaku UMKM sawit.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam acara tersebut menjadi momentum memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kelapa sawit memiliki manfaat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sawit tidak hanya menghasilkan minyak sawit sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang digunakan dalam kebutuhan rumah tangga, kosmetik, produk perawatan tubuh, hingga berbagai produk kreatif yang dikembangkan oleh pelaku UMKM.
“Terbukti potensi kelapa sawit bisa menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif salah satunya dikembangkannya batik yang malamnya berbahan dari turunan sawit,” kata Helmi dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Selain itu, saat ini salah satu mitra UKM BPDP juga mengembangkan tenun yang pewarnanya berbahan dari kakao, karenanya BPDP terus mendorong UMK industri kreatif memanfaatkan turunan sawit kakao dan kelapa dalam proses kreatifnya.
“Sehingga mereka akan terus berkembang kreatifitasnya dan berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto,” jelas Helmi.
Kehadiran UMKM sawit di JFW 2026 juga memperlihatkan bahwa sektor sawit dapat bersinergi dengan industri kreatif. Produk yang dihasilkan dari potensi kelapa sawit dapat dikembangkan dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, desain, dan kebutuhan pasar sehingga memiliki nilai tambah serta daya saing yang lebih tinggi.(dan)























