INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) semakin agresif menancapkan kiprahnya di pasar energi regional. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan amandemen nota kesepahaman (MoU) bersama perusahaan migas nasional Timor-Leste, Timor GAP – Timor Gas & Petróleo, E.P., di Bali, Kamis (6/8/2026).
Kesepakatan tersebut bukan sekadar memperpanjang hubungan bisnis yang telah terjalin. Di baliknya terdapat agenda lebih besar, yakni memperluas peran Pertamina Drilling dalam pengembangan industri pengeboran migas Timor-Leste sekaligus membuka pintu bagi ekspansi bisnis perusahaan ke kawasan Asia Tenggara.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menilai keberlanjutaa kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan Indonesia di panggung internasional. Pengalaman panjang di sektor pengeboran menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan industri migas di negara tetangga tersebut.
“Perpanjangan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pertamina Drilling dan Timor GAP. Kami tidak hanya menghadirkan layanan teknis, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri migas di Timor-Leste. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjadi perusahaan jasa pengeboran dan energi berkelas dunia,” ujar Avep dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Dalam amandemen MoU tersebut, kerja sama kedua perusahaan kini bergerak lebih luas. Selain memperpanjang masa kolaborasi, Pertamina Drilling dan Timor GAP menyepakati penguatan kerja sama di bidang Onshore Drilling Rig Engineering, Design, and Technical Support, yang mencakup kebutuhan teknis dalam pengembangan fasilitas pengeboran darat.
Ruang kolaborasi itu juga menyentuh tahap yang lebih operasional. Pertamina Drilling berpeluang memberikan konsultasi teknis untuk proses pengadaan rig darat, termasuk mendukung layanan Operation & Maintenance (O&M) serta penyediaan kru pengeboran yang akan menunjang kegiatan operasional Timor GAP.
Menariknya, kerja sama tersebut tidak berhenti pada urusan perangkat dan layanan pengeboran. Penguatan manusia sebagai penggerak industri juga menjadi bagian penting. Melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu, Pertamina Drilling berpeluang memberikan pelatihan teknis bagi putra-putri Timor-Leste yang diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan industri migas di negaranya.
Kemampuan tersebut ditopang oleh aset pengeboran yang dimiliki Pertamina Drilling. Saat ini perusahaan mengoperasikan 53 unit rig darat milik sendiri dengan kapasitas mulai 150 hingga 2.000 horsepower (HP). Salah satunya merupakan rig berkapasitas 150 HP yang secara khusus dimanfaatkan sebagai fasilitas pelatihan di IDTC.
Di sisi lain, Timor GAP sedang menyiapkan langkah pengembangan bisnis melalui rencana pengadaan rig darat. Kehadiran Pertamina Drilling diharapkan dapat menjadi mitra strategis untuk membantu perusahaan migas nasional Timor-Leste mempercepat kesiapan teknis sekaligus memperkuat kemampuan operasionalnya.
“Melalui kolaborasi ini, Pertamina Drilling terus mendorong pertumbuhan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga pada keselamatan, pengembangan kompetensi, inovasi, dan penguatan kapasitas industri energi di kawasan,” tambahnya.
Kerja sama dengan Timor GAP sekaligus mempertegas ambisi Pertamina Drilling untuk membawa kompetensi jasa pengeboran Indonesia melampaui batas domestik. Dari Bali, kolaborasi ini membuka jalur baru menuju Timor-Leste dan kawasan Asia Pasifik, sembari memperkuat sinergi antarnegara dalam membangun industri energi yang lebih berkelanjutan. (her)























