INDOPOSCO.ID – Rumah Sakit (RS) Tria Dipa memperkuat komitmennya dalam mendukung kedaulatan kesehatan atau Health Sovereignty Indonesia melalui pengembangan teknologi medis dan layanan kesehatan berstandar tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Grand Launching teknologi CT Scan Photon Counting dan Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab) yang digelar bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Kemerdekaan Indonesia ke-81: Health Sovereignty untuk Ketahanan Kesehatan Indonesia”, peluncuran fasilitas tersebut tidak hanya menjadi penanda pengembangan layanan RS Tria Dipa, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan modern.
Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, MARS, FISQua, mengatakan ketahanan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan masyarakat dan kekuatan sistem kesehatannya.
“Kemerdekaan Indonesia harus terus kita maknai melalui kontribusi nyata. Salah satu fondasi negara yang kuat adalah masyarakat yang sehat dan sistem kesehatan yang tangguh. Health Sovereignty merupakan bagian dari ketahanan nasional, dan RS Tria Dipa ingin mengambil bagian dalam membangun kekuatan tersebut melalui layanan kesehatan yang berkualitas dan teknologi yang mutakhir,” kata Hartono, dikutip Selasa (18/8/2026).
Salah satu teknologi yang diperkenalkan RS Tria Dipa adalah CT Scan NAETOM Alpha.Prime berbasis Photon-Counting. Teknologi tersebut merupakan bagian dari generasi terbaru pencitraan medis yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan diagnostik.
Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat memberikan informasi klinis yang lebih komprehensif sehingga membantu dokter dalam melakukan evaluasi dan menentukan keputusan medis secara lebih tepat.
RS Tria Dipa juga menghadirkan teknologi Photon Counting CT Single Source sebagai bagian dari pengembangan layanan diagnostik dan kardiovaskular yang semakin terintegrasi.
Investasi tersebut sekaligus menjadi langkah rumah sakit untuk memastikan perkembangan teknologi medis dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pasien, khususnya melalui peningkatan kualitas pemeriksaan dan dukungan terhadap proses diagnosis.
Selain CT Scan, RS Tria Dipa mengembangkan fasilitas Cathlab untuk memperkuat layanan jantung dan pembuluh darah.
Cathlab memiliki fungsi penting dalam pemeriksaan diagnostik sekaligus mendukung berbagai tindakan intervensi kardiovaskular. Dengan kehadiran fasilitas tersebut, RS Tria Dipa berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung yang lebih komprehensif dengan dukungan teknologi dan tenaga medis yang kompeten.
Pengembangan CT Scan dan Cathlab secara bersamaan menjadi bagian dari strategi RS Tria Dipa dalam membangun layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari deteksi, diagnosis hingga penanganan pasien.
Bagi RS Tria Dipa, konsep Health Sovereignty tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan memiliki teknologi kesehatan modern. Kedaulatan kesehatan juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, perluasan akses masyarakat, peningkatan kualitas layanan, serta pembangunan sistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
Hartono menegaskan rumah sakit memiliki posisi strategis sebagai salah satu ujung tombak dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
“Kami ingin RS Tria Dipa menjadi bagian dari ekosistem kesehatan Indonesia yang semakin kuat. Teknologi yang kami hadirkan bukan hanya untuk menjadi sebuah pencapaian rumah sakit, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin tepat diagnosis dilakukan, dan semakin baik pelayanan diberikan, maka makin kuat pula fondasi kesehatan masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dimanfaatkan RS Tria Dipa untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam konteks kesehatan.
Jika kemerdekaan dimaknai sebagai kemampuan bangsa menentukan masa depannya sendiri, maka Health Sovereignty menjadi bagian dari kemampuan Indonesia untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri.
“Rumah sakit bukan hanya tempat untuk mengobati pasien. Rumah sakit juga merupakan bagian dari kekuatan bangsa. Karena itu, kami ingin terus bergerak maju, menghadirkan teknologi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan kesehatan Indonesia,” ungkap Hartono.
Melalui pengembangan teknologi, penguatan layanan, peningkatan akses, serta pengembangan sumber daya manusia, RS Tria Dipa menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem kesehatan Indonesia yang semakin tangguh.
Dengan demikian, peluncuran CT Scan Photon Counting dan Cathlab menjadi salah satu langkah RS Tria Dipa dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui penguatan layanan kesehatan dan kontribusi terhadap Health Sovereignty Indonesia. (rmn)























