INDOPOSCO.ID – Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries El Fathar mengingatkan seluruh aparat gabungan yang mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa agar tidak represif dan lebih mengutamakan tindakan persuasif.
“Anggota yang bertugas menghadapi massa jangan bersikap agresif dan tetap menjaga posisi bertahan dengan mengedepankan cara yang humanis,” kata Laode Aries saat memimpin apel pengamanan unjuk rasa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Ia menekankan, bahwa pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.
“Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah terakhir,” ujar Laode Aries.
Di samping itu, pergerakan pasukan Pengendali Huru-hara (PHH) maupun penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah langsung Kapolda Metro Jaya.
“Sekali lagi saya ulangi, penggunaan gas air mata, pergerakan pasukan PHH hanya boleh dilakukan atas perintah Kapolda langsung,” ucap Laode Aries.
Seluruh personel pengamanan diminta mematuhi peraturan internal Polri, seperti Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa, serta Perkap Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengendalian Huru-hara.
Selain itu, setiap perkembangan dinamika di lapangan harus segera dilaporkan. Pegang teguh prinsip ‘Jaga Jakarta’, khususnya terkait perlindungan terhadap masyarakat.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama, baik peserta maupun masyarakat sekitar, termasuk personil yang bertugas. Tunjukkan profesionalisme, kita jaga marwah institusi, dan kita buktikan bahwa TNI-Polri mampu melayani aksi unjuk rasa dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada siang ini.
Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan itu dimulai pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 1.000 mahasiswa gabungan dari 15 BEM Fakultas di UI serta 25 organisasi aliansi. Sementara itu, Polda Metro Jaya bersama TNI menyiagakan 9.242 personel gabungan di sejumlah titik pusat kota. (dan)























