INDOPOSCO.ID – Aktor senior Ringgo Agus Rahman, rambut ternyata bukan cuma soal penampilan. Sebagai aktor, rambut juga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter.
Karena itu, setelah menjalani transplantasi rambut pertamanya tiga tahun lalu, Ringgo kini kembali ke Farmanina Hair & Aesthetic Clinic untuk menjalani transplantasi rambut tahap kedua.
Menariknya, keputusan untuk melakukan prosedur kedua ini bukan karena hasil transplantasi pertama tidak sesuai harapan. Sejak awal konsultasi, memang dirancang perawatan yang akan dilakukan dibagi dalam beberapa tahap, menyesuaikan kondisi rambut dan ketersediaan area donor yang dimiliki Ringgo.
“Pada tindakan pertama, prioritas kami adalah memperbaiki area hairline, menutup bekas luka, serta mengisi area crown yang mengalami penipisan. Saat itu jumlah folikel donor yang tersedia memang terbatas, sementara area yang perlu ditangani cukup luas,” jelas dr. Cintawati Farmanina, M.Biomed (AAM), dokter yang menangani Ringgo.
Bukan soal buru-buru, tapi soal strategi
Dalam transplantasi rambut, tidak semua pasien bisa langsung mendapatkan kepadatan rambut yang diinginkan dalam satu kali tindakan. Salah satu faktor yang perlu diperhitungkan adalah ketersediaan rambut donor. Itulah alasan Ringgo menjalani perawatan secara bertahap.
Setelah prosedur pertama, ia menjalani serangkaian perawatan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas area donor. Setelah kurang lebih tiga tahun dan melalui evaluasi dokter, kondisi donor dinilai siap untuk kembali menjalani tindakan.
Pada tahap kedua ini, Ringgo menggunakan teknik DHI (Direct Hair Implantation).
“Pendekatannya memang bertahap. Kami ingin memastikan kualitas donor tetap terjaga sehingga kepadatan rambut dapat ditingkatkan secara optimal tanpa mengorbankan hasil jangka panjang,” ujar dr. Cintawati Farmanina.
Pilih Indonesia, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri
Untuk urusan transplantasi rambut, Ringgo juga tidak merasa perlu mencari layanan hingga ke luar negeri. Dalam memilih klinik dia lebih melihat rekan yang sudah lebih dulu menjalani transplantasi rambut dan mendapatkan hasil yang menurutnya memuaskan.
“Saya melihat banyak teman-teman artis yang hasil transplantasinya bagus dan mereka mengerjakannya di Indonesia. Itu yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih klinik. Jadi saya merasa tidak perlu ke luar negeri dan kontrol dan after care juga jauh lebih mudah,” kata Ringgo.
Menurut Ringgo, kemudahan kontrol menjadi salah satu hal yang penting. Pasalnya, transplantasi rambut bukanlah prosedur yang hasilnya langsung terlihat dalam hitungan hari. Rambut membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang, sehingga kontrol rutin menjadi bagian penting dari proses setelah tindakan.
Rambut dan pekerjaan: lebih dari sekadar penampilan
Buat Ringgo, keputusan menjalani transplantasi rambut juga tidak lepas dari pekerjaannya sebagai aktor. Rambut yang lebih penuh dan terlihat natural memberinya lebih banyak pilihan ketika harus memerankan karakter tertentu. Ia pun tidak harus selalu mengandalkan wig atau styling khusus untuk mendapatkan tampilan yang sesuai dengan kebutuhan peran.
“Buat saya, rambut itu juga bagian dari pekerjaan. Kalau kondisinya lebih baik, saya jadi punya lebih banyak pilihan untuk membangun karakter,” ujar Ringgo.
Minat terhadap transplantasi rambut sendiri terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya di kalangan figur publik, masyarakat umum pun semakin terbuka terhadap pilihan ini untuk mengatasi kerontokan dan penipisan rambut. Di Farmanina Hair & Aesthetic clinic sendiri, permintaan terhadap prosedur transplantasi rambut tercatat meningkat empat kali lipat sepanjang periode 2023-2026, berdasarkan data internal klinik.
Menurut dr.Cintawati Farmanina, perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penampilan dan kesehatan rambut membuat transplantasi rambut kini semakin dipandang sebagai bagian dari solusi untuk menangani kerontokan dan penipisan rambut, bukan sekadar urusan estetika.
Bagi Ringgo, pada akhirnya, transplantasi rambut adalah bagian dari investasi untuk pekerjaannya. Dengan rambut yang diharapkan semakin rapat dan natural seiring berjalannya proses pertumbuhan, ia pun ingin punya lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi karakter-karakter baru di berbagai proyek film maupun serial mendatang.(srv)























