INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Sardar Mohebi menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz bergantung pada mekanisme dan syarat khusus dari Iran, serta tidak berkaitan dengan negosiasi yang tengah berjalan dengan Oman.
“Bagi kami, Selat Hormuz bukan sekadar jalur perairan ekonomi, melainkan bagian dari kekuatan geografis dan strategis,” jelas Mohebi dalam laporan kantor berita semi-resmi di Iran, Tasnim seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (8/8/2026).
Ia menambahkan, bahwa pembukaan jalur perairan tersebut bergantung pada AS yang sepenuhnya menerima syarat-syarat Iran dan berhenti mencampuri negosiasi regional.
“Setiap kali AS menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz pasti akan dibuka,” ucap Mohebi.
Di samping itu, Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, memuji angkatan bersenjata Iran, keteguhan rakyat Iran, dan keberanian Poros Perlawanan.
Ia mendesak pasukan asing harus meninggalkan kawasan negara Teluk. Hal itu merujuk pada pasukan Amerika Serikat yang melancarkan serangan ke Iran.
“Kekalahan Amerika dan Israel telah memperkuat keyakinan bahwa pasukan asing, yang merupakan faktor utama ketidakamanan, harus meninggalkan kawasan tersebut,” ujar Ali Akbar Velayati terpisah melalui akun X pribadinya @Drvelayati_ir.
“Negara-negara di kawasan ini, melalui peningkatan kerja sama di antara mereka, dapat menjamin keamanan kawasan,” tambahnya.
Iran dan Oman baru saja mencapai pemahaman mendasar terkait skema navigasi baru untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 60 hari, menyusul blokade total yang dilakukan Iran akibat konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari 2026. (dan)


















