INDOPOSCO.ID – PT BYD Motor Indonesia melengkapi lini Multi Purpose Vehicle (MPV) andalannya, BYD M6, dengan dua pilihan teknologi, yakni Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). Melalui strategi ini, perusahaan ingin memberikan lebih banyak alternatif kendaraan energi baru bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan kebutuhan mobilitas masing-masing.
Langkah tersebut diperkuat dengan peluncuran generasi terbaru BYD M6 EV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Model terbaru ini melengkapi kehadiran BYD M6 DM yang lebih dahulu diperkenalkan pada Mei 2026.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi BYD karena memiliki kebutuhan mobilitas yang beragam.
“Melalui strategi New Energy Vehicle yang menggabungkan Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan energi baru sesuai dengan kebutuhan mereka. BYD M6 menjadi representasi strategi tersebut dengan menghadirkan dua pilihan teknologi dalam satu model,” ujar Eagle Zhao.
Sebagai model yang diproduksi sepenuhnya di Indonesia, BYD M6 EV terbaru hadir dengan sejumlah penyempurnaan. Varian Standard kini dibekali baterai berkapasitas 58 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Dari sisi performa, kendaraan ini menghasilkan tenaga maksimum 150 kW dan torsi 310 Nm, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,9 detik. Penyempurnaan lainnya meliputi panel instrumen Full LCD 10,25 inci serta penggunaan column shifter untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
BYD memasarkan BYD M6 EV Standard dengan harga Rp395 juta.
Selain kendaraan listrik murni, BYD juga menawarkan teknologi Dual Mode (DM) yang mengedepankan konsep electric-first. Pada sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara otomatis ketika dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi maupun memperpanjang jarak tempuh.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kehadiran dua teknologi tersebut merupakan upaya BYD menjawab beragam kebutuhan masyarakat.
“Melalui pilihan EV dan Dual Mode, masyarakat dapat memilih kendaraan energi baru yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Ada konsumen yang siap sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari, namun ada pula yang membutuhkan fleksibilitas lebih untuk perjalanan jarak jauh maupun lintas wilayah,” katanya.
BYD mencatat pertumbuhan positif di Indonesia. Pada semester pertama 2026, BYD bersama DENZA membukukan penjualan lebih dari 26.000 unit, dengan pangsa pasar sekitar 35 persen dari total penjualan kendaraan energi baru nasional. Sementara itu, pemesanan BYD M6 DM telah melampaui 4.000 unit dari berbagai daerah di Indonesia.
Saat ini jaringan dealer dan layanan purna jual BYD telah hadir di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan energi baru.
Mengusung tema “Innovation in Motion”, BYD turut menghadirkan berbagai pengalaman interaktif di GIIAS 2026. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat teknologi Blade Battery, e-Platform 3.0, dan DM Platform, serta mencoba BYD DM GASS Simulator untuk merasakan simulasi berkendara menggunakan teknologi Dual Mode.
Selain itu, BYD menghadirkan area kolaborasi bersama Minions untuk model BYD ATTO 1 serta area khusus hasil kolaborasi global dengan Manchester City pada display BYD M6 DM.
BYD juga memperkenalkan pilihan warna baru Lavender Grey untuk model BYD Seal dan BYD Sealion 7 yang masing-masing dipasarkan seharga Rp869 juta dan Rp879 juta.
Selama GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, pengunjung dapat melakukan test drive untuk merasakan langsung performa BYD M6 EV terbaru maupun BYD M6 DM di Hall 10 ICE BSD City, Tangerang. (srv)


















