INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan Indonesia dan Tailan akan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan melalui pembaruan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup program pertukaran guru dan murid, pelatihan kecerdasan artifisial (AI), hingga pengembangan publikasi akademik.
Mu’ti menjelaskan, pembaruan kerja sama dilakukan setelah perjanjian sebelumnya berakhir, meski berbagai program kolaborasi selama ini tetap berjalan. Penandatanganan MoU baru dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 saat Menteri Pendidikan Tailan berkunjung ke Indonesia.
“Kami bertemu Menteri Pendidikan Tailan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Tailan yang memang sudah sekian lama perjanjian itu berakhir masa berlakunya, walaupun program kerja sama tetap aktif berjalan,” ujar Mu’ti.
“Disepakati bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama untuk memperkuat program pertukaran guru, pertukaran murid, juga pembelajaran AI hingga pelatihan mengenai AI,” sambung Mu’ti.
Menurut dia, kerja sama tersebut diarahkan agar memberikan manfaat langsung bagi guru dan murid, terutama dalam meningkatkan wawasan global serta penguasaan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan di dunia pendidikan.
“Selain memperluas program pertukaran guru dan pelajar, Indonesia juga menawarkan program Darmasiswa sebagai bagian dari penguatan diplomasi pendidikan antara kedua negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tailan Prasert Jantararuangtong menyambut positif penguatan kemitraan tersebut. Menurutnya, kerja sama akan mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan vokasi.
“Kami percaya bahwa MoU ini menjadi langkah penting. Kami tidak hanya dapat saling bertukar pengetahuan akademis di berbagai jenjang pendidikan hingga vokasi. Tetapi juga terkait pengakuan kualifikasi, penelitian, dan penyediaan beasiswa bersama tetangga kami di ASEAN, Indonesia,” katanya.(nas)


















