INDOPOSCO.ID – Produk kuliner tradisional Betawi kembali membuktikan daya saingnya di tengah gempuran makanan modern. Rengginang Betawi “Bang Zai” sukses mencuri perhatian pengunjung Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 di Pondok Indah Mall, Jum’at 24/07/2026. Tak hanya diburu masyarakat lokal, camilan khas Betawi tersebut juga diminati wisatawan mancanegara, sekaligus mendongkrak omzet penjualan hingga menyentuh Rp10 juta dalam sehari.
Kesuksesan itu dirasakan Zainuddin atau yang akrab disapa Bang Zai, founder sekaligus owner Rengginang Betawi “Bang Zai”, saat mengikuti bazar penutupan FJGS 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Main Atrium Pondok Indah Mall. Pada kesempatan tersebut, stan Bang Zai juga mendapat kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama sang istri, Endang Nugrahani Pramono.
Bang Zai mengaku antusiasme pengunjung terhadap produk kuliner Betawi sangat tinggi. Menariknya, minat tersebut tidak hanya datang dari warga Jakarta dan wisatawan domestik, tetapi juga dari pelancong mancanegara.
“Alhamdulillah, selama tiga hari mengikuti bazar ini ada tamu dari China, Jepang, bahkan ada yang ingin membawa produk kami ke Eropa dan Melbourne. Ini menjadi bukti bahwa kuliner klasik khas Betawi masih memiliki daya tarik dan dicari oleh pengunjung mal besar,” ujar Bang Zai.
Selain rengginang sebagai produk andalan, Bang Zai juga menghadirkan beragam camilan khas Betawi lainnya, seperti biji ketapang, keripik singkong, keripik bawang, hingga sambal khas Betawi yang dibuat menggunakan resep turun-temurun.
Keikutsertaan dalam FJGS 2026 juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penjualan. Pada hari pertama bazar, omzet yang diperoleh menembus lebih dari Rp5 juta. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp8 juta pada hari kedua, sebelum akhirnya mencapai target Rp10 juta pada hari terakhir penyelenggaraan.
Menurut Bang Zai, lonjakan penjualan tersebut dipengaruhi meningkatnya jumlah pengunjung pada hari penutupan, ditambah perhatian masyarakat setelah stan miliknya dikunjungi Gubernur DKI Jakarta.
Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar bagi pelaku UMKM kuliner tradisional bukan hanya pemasaran, melainkan menjaga konsistensi produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
“Menantang itu menjaga produksi tetap stabil. Jangan sampai ketika permintaan tinggi, stok justru habis sehingga konsumen kesulitan mendapatkan produk,” katanya.
Menjelang perayaan lima abad Kota Jakarta pada 2027, Bang Zai berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin serius mengangkat kuliner Betawi sebagai identitas ibu kota. Salah satunya dengan menyediakan pusat oleh-oleh khas Betawi di berbagai lokasi strategis serta mendorong penggunaan kuliner Betawi sebagai hidangan resmi bagi tamu-tamu di lingkungan pemerintah.
“Kami sangat berharap Mas Pram selaku Gubernur DKI berkomitmen agar produk kuliner Betawi menjadi tuan rumah sebagai hidangan utama bagi tamu-tamu yang datang ke Jakarta. Dengan begitu Jakarta akan memiliki identitas kuliner yang kuat,” ujarnya.
Bang Zai juga mengapresiasi dukungan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) serta program pembinaan Jakpreneur yang dinilainya telah membantu pelaku UMKM dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, hingga sertifikasi halal secara gratis.
Ia berharap dukungan tersebut terus diperkuat, termasuk melalui penyediaan akses pembiayaan berbunga rendah agar UMKM lokal dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.(dil)


















