• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Belajar dari Banjir dan COVID-19, Kemendikdasmen Ungkap Strategi Komunikasi Krisis di Dunia Pendidikan

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 22 Juli 2026 - 19:12
in Nasional
Kepala BKHM Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema "Strategi Komunikasi Krisis di Lingkungan Pendidikan dalam Menghadapi Bencana Alam" yang diselenggarakan secara hybrid oleh media massa INDOPOSCO bekerja sama dengan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Kepala BKHM Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema "Strategi Komunikasi Krisis di Lingkungan Pendidikan dalam Menghadapi Bencana Alam" yang diselenggarakan secara hybrid oleh media massa INDOPOSCO bekerja sama dengan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komunikasi menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam penanganan krisis, terutama saat bencana alam maupun situasi darurat seperti pandemi COVID-19. Pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi harus mampu menghadirkan rasa aman melalui komunikasi yang cepat, akurat, konsisten, transparan, sekaligus empatik kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yudhistira Nugraha, ST., M.ICT Adv., D.Phil., dalam Seminar Nasional bertema “Strategi Komunikasi Krisis di Lingkungan Pendidikan dalam Menghadapi Bencana Alam” yang diselenggarakan secara hybrid oleh media massa INDOPOSCO bekerja sama dengan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

BacaJuga:

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 Diperpanjang hingga 25 Oktober

Pelaksanaan TKA 2026, Kemendikdasmen: Kami Siapkan Termasuk di Daerah Terdampak Bencana

Tak Kejar Jumlah Tilang, Ini Ukuran Keberhasilan Operasi Patuh 2026

Dalam paparannya, Yudhistira membagikan pengalaman ketika menangani komunikasi publik saat bertugas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada periode 2019. Menurutnya, dua peristiwa besar yang menjadi ujian adalah banjir Jakarta dan pandemi COVID-19.

“Ada dua bencana yang kami hadapi waktu itu, yakni banjir dan juga COVID-19. Di situ saya melihat bagaimana peran komunikasi memiliki peran yang sangat penting. Yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan, tetapi juga akurasi informasi. Pemerintah juga tidak cukup hanya memberikan komunikasi, tetapi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujar Yudhistira.

Ia menjelaskan, dalam situasi krisis masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sedang terjadi, mengapa hal tersebut terjadi, serta langkah-langkah yang sedang dan akan dilakukan pemerintah.

“Yang paling penting saat bencana adalah komunikasi. Bagaimana pemerintah mengomunikasikan apa yang sedang terjadi, mengapa itu terjadi, dan apa yang akan terjadi. Dengan begitu masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang benar dan tidak dipenuhi spekulasi,” katanya.

Yudhistira mencontohkan penanganan banjir Jakarta pada 2020. Saat itu, komunikasi pemerintah tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi mengenai wilayah terdampak, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, termasuk proses pendidikan.

“Bukan hanya pemerintah hadir saat banjir, tetapi bagaimana kita memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Itu yang menjadi fokus komunikasi pemerintah,” jelasnya.

Menurut dia, pengalaman menghadapi banjir relatif lebih mudah karena pemerintah telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang matang. Tantangan berbeda justru muncul saat pandemi COVID-19 yang sama sekali belum pernah dialami sebelumnya.

“Kalau banjir, kita sudah punya pengalaman dan SOP sehingga tinggal memperkuat strategi komunikasi yang ada. Tetapi COVID-19 adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam satu hari rumah sakit penuh, masyarakat panik, dan pemerintah harus bergerak sangat cepat,” ungkapnya.

Karena memprediksi pandemi akan berlangsung dalam jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu segera menyiapkan SOP komunikasi, membentuk tim, hingga menyusun skema penyampaian informasi kepada publik.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah daily briefing atau penyampaian perkembangan situasi sebanyak dua kali setiap hari.

“Pada saat COVID-19 kami melakukan daily brief dua kali sehari. Informasi yang disampaikan tidak hanya dikonsumsi masyarakat, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan. Prinsipnya sederhana, yakni cepat, akurat, konsisten, transparan, dan empatik,” jelasnya.

Menurut Yudhistira, komunikasi pemerintah tidak boleh berhenti pada penyampaian angka kasus semata. Yang lebih penting adalah menjelaskan langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah sekaligus mengajak masyarakat ikut terlibat dalam penanganan krisis.

“Kami tidak hanya menyampaikan angka-angka, tetapi juga apa yang sudah pemerintah lakukan, bagaimana masyarakat bisa ikut berpartisipasi, dan memastikan masyarakat tahu bahwa pemerintah benar-benar hadir,” tutur Yudhistira.

Ia menambahkan, pemerintah saat itu juga membangun sistem informasi berbasis dashboard yang dapat diakses masyarakat kapan saja. Dashboard tersebut memuat data, peta persebaran wilayah rawan COVID-19, hingga informasi mengenai posko bantuan dan petugas yang bertugas di lapangan.

“Kita punya dashboard yang bisa diakses kapan pun, ada peta wilayah rawan, lokasi bantuan, hingga jumlah petugas yang siap di lapangan. Jadi masyarakat mengetahui bahwa pemerintah bekerja dan hadir untuk mereka,” kata Yudhistira.

Yudhistira menilai pengalaman tersebut memiliki relevansi kuat dengan dunia pendidikan, khususnya ketika pandemi memaksa sekolah melaksanakan pembelajaran secara daring.

Ia mengakui, kebijakan belajar dari rumah saat itu menghadapi tantangan besar karena tidak semua peserta didik memiliki perangkat digital maupun akses pembelajaran yang memadai.

“Ketika sekolah dilakukan secara daring, ternyata sebagian masyarakat tidak memiliki device. Pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga harus menghadirkan solusi, karena pada dasarnya pemerintah hadir untuk memberikan solusi,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu menggagas Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat guna membantu warga terdampak pandemi, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan.

Menurut Yudhistira, penanganan krisis tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat atau pendekatan pentahelix, sehingga setiap pihak memiliki peran dalam menyelesaikan persoalan bersama.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Sejak awal, pendidikan tumbuh karena digerakkan oleh masyarakat. Esensi pendidikan memang lahir dari partisipasi masyarakat,” ucap Yudhistira.

Ia menambahkan, budaya gotong royong yang dimiliki Indonesia merupakan modal sosial yang sangat kuat dalam menghadapi berbagai situasi krisis, termasuk di sektor pendidikan.

“Kita bersyukur Indonesia memiliki nilai gotong royong. Nilai inilah yang menjadi kekuatan bangsa dan harus terus kita manfaatkan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika terjadi bencana maupun krisis di dunia pendidikan,” tambahnya.

Diketahui, Seminar Nasional bertema “Strategi Komunikasi Krisis di Lingkungan Pendidikan dalam Menghadapi Bencana Alam” disponsori oleh Hotel Ambhara Jakarta, Cleo dan Bank Banten. (her)

Tags: bnpbKemendikdasmenSeminar Nasional IndoposcoStrategi Komunikasi Bencanaumj

Berita Terkait.

kpu
Nasional

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 Diperpanjang hingga 25 Oktober

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:14
tka
Nasional

Pelaksanaan TKA 2026, Kemendikdasmen: Kami Siapkan Termasuk di Daerah Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:32
aries
Nasional

Tak Kejar Jumlah Tilang, Ini Ukuran Keberhasilan Operasi Patuh 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:09
gunung
Nasional

Kepala BNPB Tinjau Karhutla Gunung Arjuno-Welirang dari Udara, Hujan Mulai Turun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:06
hutan
Nasional

22 Ribu Hektare Lahan di Indonesia Masih Terbakar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:14
isnu
Nasional

ISNU Dorong Diplomasi Kebudayaan, Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Refleksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:02

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1314 shares
    Share 526 Tweet 329
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.