INDOPOSCO.ID – Bea Cukai jalin sinergi dengan berbagai instansi untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar ekspor. Upaya tersebut diwujudkan melalui edukasi, pendampingan, hingga fasilitasi pemenuhan persyaratan ekspor oleh Bea Cukai Tanjungpandan dan Bea Cukai Pangkalpinang di masing-masing wilayah.
Di Belitung, Bea Cukai Tanjungpandan bersama KPP Pratama Tanjungpandan menghadirkan stan Satu Kemenkeu pada Belitung Expo 2026 yang berlangsung pada 1-5 Juli 2026 di Pantai Wisata Tanjung Pendam. Kehadiran stan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh layanan konsultasi kepabeanan dan perpajakan secara terpadu.
Melalui layanan kepabeanan, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai registrasi IMEI, ketentuan barang bawaan penumpang melalui Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, hingga informasi mengenai komoditas ekspor unggulan Belitung seperti crude palm oil (CPO) beserta turunannya, kaolin, dan pasir kuarsa. Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan terkait peluang dan prosedur ekspor agar produk mereka mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bea Cukai Pangkalpinang memfasilitasi audiensi antara pelaku UMKM dan sejumlah instansi teknis guna mendukung pemenuhan persyaratan ekspor produk olahan makanan. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pelaku usaha, antara lain Vinz Kitchen, Keripik Cumi Nina, Abun Bumbu, dan Snack 168 Pangkalpinang.
Dalam pertemuan tersebut, para pelaku usaha memaparkan profil usaha, potensi produk, serta kendala yang dihadapi untuk memasuki pasar ekspor. Selanjutnya, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Karantina Bangka Belitung, serta Bea Cukai memberikan penjelasan mengenai tahapan perizinan dan persyaratan sesuai kewenangan masing-masing.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesiapan UMKM memasuki pasar internasional.
“Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai trade facilitator dan industrial assistance, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha. Melalui sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, kami ingin memastikan UMKM memperoleh pendampingan yang komprehensif,” ujar Budi.
Menurut Budi, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Tanjungpandan maupun Pangkalpinang menunjukkan komitmen pihaknya dalam membangun ekosistem ekspor yang semakin kuat di daerah. Dengan sinergi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak UMKM yang mampu memenuhi standar internasional dan merealisasikan ekspor produknya, sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.(ipo)


















