INDOPOSCO.ID – Konser perdana boy group CORTIS kembali menjadi sorotan. Setelah penampilan hari pertama menuai kritik tajam dari penggemar, pihak penyelenggara diduga langsung melakukan sejumlah perubahan besar pada konser hari kedua. Namun, langkah tersebut justru memicu gelombang protes baru karena dianggap menciptakan perlakuan yang tidak adil bagi penonton malam pertama.
Konser pembuka tur perdana CORTIS yang digelar pada 18 Juli 2026 sebelumnya menuai beragam keluhan. Banyak penggemar menilai pertunjukan tersebut tidak sebanding dengan harga tiket yang mencapai ₩145.000 KRW atau sekitar Rp1,7 juta.
Selain hanya berlangsung sekitar 1 jam 40 menit, konser itu juga disebut minim kejutan. Tidak ada pergantian kostum, penampilan lagu cover, maupun lagu yang belum dirilis. Karena katalog lagu CORTIS masih terbatas, beberapa lagu bahkan dibawakan lebih dari satu kali selama pertunjukan.
Kontroversi semakin meluas setelah sebuah video yang memperlihatkan banyak penonton pria menari dengan antusias di area standing viral di media sosial. Awalnya, video tersebut menuai pujian karena dianggap menunjukkan besarnya daya tarik CORTIS. Namun, sebagian penonton lokal menduga para pria tersebut merupakan penari profesional yang sengaja ditempatkan di antara penonton sebagai bagian dari produksi. Hingga kini, tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari CORTIS maupun BIGHIT MUSIC.
Sorotan kemudian beralih ke konser hari kedua yang berlangsung pada 19 Juli 2026. Berdasarkan kesaksian para penonton, sejumlah perubahan langsung diterapkan sebagai respons atas kritik yang muncul sehari sebelumnya.
Jika pada konser pertama para anggota berulang kali meminta penggemar menyimpan ponsel mereka, pada hari kedua penonton justru dipersilakan merekam dan mengabadikan jalannya pertunjukan. Tak hanya itu, CORTIS juga menambah tujuh lagu encore setelah menerima permintaan langsung dari para penggemar. Sesi interaksi dengan penonton turut diperpanjang sehingga total durasi konser mendekati dua jam.
Perubahan cepat tersebut memang mendapat apresiasi dari sebagian penggemar karena menunjukkan bahwa kritik mereka didengar. Namun, di sisi lain, banyak penonton hari pertama merasa dirugikan. Mereka menilai kualitas konser yang diterima jauh berbeda meski membayar harga tiket yang sama dengan penonton hari kedua.
Kekecewaan itu pun ramai disuarakan di media sosial. Sejumlah netizen menyebut penonton konser hari pertama seperti dijadikan “kelinci percobaan” untuk menguji format pertunjukan sebelum akhirnya disempurnakan pada malam berikutnya.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak agensi maupun penyelenggara mengenai kemungkinan pengembalian dana atau pemberian kompensasi kepada penonton konser hari pertama. Meski demikian, tuntutan refund dari para penggemar diperkirakan masih akan terus bergulir dalam beberapa waktu ke depan.(mg157)


















